Home / Tak Berkategori

Indonesia Bisa Belajar Dari Jepang Soal Pariwisata

- Jurnalis

Rabu, 20 Februari 2013 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia dinilai perlu dan bisa belajar dari Jepang soal cara mengembangkan pariwisata khususnya terkait pengembangan desa wisata dengan konsep-konsep yang sederhana tapi menarik. <p style="text-align: justify;">"Ada banyak hal yang bisa dikembangkan dan direplikasi di Indonesia dari Jepang tentang bagaimana mereka mengembangkan pariwisata dengan konsep yang sederhana," kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) M. Faried di Jakarta, Rabu.<br /><br />Ia mencontohkan ada sebuah desa kecil Masuda sekitar empat jam menggunakan kereta super cepat Shinkansen dari Tokyo mengembangkan konsep desa wisata.<br /><br />Pengunjung diajak berkeliling mengunjungi desa Masuda dan berinteraksi langsung dengan masyarakatnya.<br /><br />"Kita bertemu dengan penduduk setempat, mereka menerima kita, menyuguhi kita dengan penganan khas mereka. Ini menjadi pengalaman yang menarik bagi pengunjung," katanya.<br /><br />Sementara bagi masyarakatnya mereka juga mendapatkan kesempatan pemberdayaan yang lebih baik dengan semakin banyaknya orang berkunjung ke wilayahnya.<br /><br />Apalagi pemerintah setempat juga mewajibkan masyarakat untuk membuat produk kreatif yang akan dijual kepada wisatawan yang datang.<br /><br />Hal itu, kata Faried, jelas akan memberikan kesempatan kepada masyarakatnya yang sebagian besar generasi tua karena sebagian besar generasi mudanya tinggal di kota untuk terus berkarya.<br /><br />"Konsep itu sebenarnya sederhana dan sangat bisa dikembangkan di Indonesia," katanya.<br /><br />Faried yang sempat memimpin delegasi Indonesia ke Festival Kamakura di Yokote, Akita, Jepang berpendapat masyarakat Jepang memiliki sifat dasar yang santun, ramah, dan hangat.<br /><br />"Ini tidak jauh berbeda dengan sifat dasar masyarakat kita. Ini bisa direplikasi di Indonesia," demikian M. Faried. <strong>(das/antaranews.com)</strong></p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play