Indonesia Bisa Belajar Sektor Pariwisata dari Yunani

oleh
oleh

Akhir Juli 2015, Yunani mengalami keterpurukan ekonomi dan tidak mampu membayar cicilan utang kepada IMF. Kala itu, berguncangnya ekonomi Yunani dikhawatirkan akan mengganggu perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Di satu sisi, Yunani tetap memaksimalkan sektor pariwisata untuk mendapatkan penerimaan negara. Terkait hal itu, Indonesia bisa belajar dari Yunani. <p style="text-align: left;">Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, Indonesia bisa belajar dari Yunani dalam meningkatkan sektor pariwisata. Apalagi, Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa, sehingga diharapkan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.<br /><br />” Kita sampaikan, kita ingin belajar sektor pariwisata dari Yunani, karena 50 persen penerimaan negaranya berasal dari pariwisata. Walaupun Yunani mengalami keterpurukan, masih bertahan menerima kunjungan wisatawan,” kata Nurhayati, usai menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Yunani, Georgios Dogoritis, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2016).<br /><br />Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menambahkan, dalam pertemuan itu juga ditekankan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dalam mendukung sektor pariwsata. Pasalnya, dalam menarik minat kunjungan wisatawan, bukan hanya tentang keindahan alam, tapi juga lingkungan yang asri dan bersih.<br /><br />Nurhayati memastikan, keterpurukan ekonomi Yunani juga bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia. Apalagi, Tanah Air pun pernah mengalami krisis ekonomi. Indonesia pun perlu belajar Yunani, untuk bangkit dari keterpurukannya.<br /><br />“Kita bisa belajar dari perekonomian Yunani terpuruk. Apalagi kita juga pernah mengalami guincangan ekonomi. Kita mengambil manfaatnya untuk belajar, dan kita belajar bagaimana membantu mereka,” kata Nurhayati.<br /><br />Dalam kesempatan itu, dibahas juga mengenai upaya meningkatkan kerjasama kedua negara. Apalagi, dengan sudah adanya Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR antara Indonesia dengan Yunani. GKSB DPR pun sudah berkunjung ke Yunani pada Mei lalu.<br /><br />“Tentunya hubungan kerjasama kedua negara ini penting untuk menjembatani antara Indonesia dengan Eropa, terkait ekspor untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Kita juga berharap, Indonesia sebagai negara terbesar di Asia, bisa menjembatani hubungan Yunani dengan Asia,” jelas politisi asal dapil Jawa Timur itu.<br /><br />Sementara itu, Dubes Yunani mengatakan, ke depannya akan datang delegasi Yunani ke Indonesia. Ia pun mengundang BKSAP DPR untuk berkunjung ke Yunani. (sf)<br /><br />Sumber: http://www.dpr.go.id</p>