Indonesia Dorong Kerangka Perdagangan, Dukung Pembangunan Berkelanjutan

oleh

Pemerintah Indonesia mendorong pembentukan kerangka untuk sejumlah produk perdagangan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. <p style="text-align: justify;"><br />"Ada produk yang diangkat yakni kelapa sawit dan karet sebagai produk yang bisa mendukung pembangunan berkelanjutan," kata Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan, setelah meluncurkan mobil ramah lingkungan di Nusa Dua, Bali, Jumat.<br /><br />Menurut dia, pembentukan kerangka yang mendukung pembangunan berkelanjutan akan dibahas dalam pertemuan tingkat menteri APEC yang mulai dibahas pada Jumat.<br /><br />Ia mengharapkan adanya mekanisme yang jelas terkait produk-produk yang mendukung pembangunan berkelanjutan tersebut, salah satunya terkait pemberlakuan tarif yang minim.<br /><br />"Produk ramah lingkungan dikenakan tarif minim. Walaupun itu komitmen `non-binding` tetapi ini telah dilebarkan kerangkanya," ucapnya.<br /><br />Sejak pertemuan KTT APEC di Vladivostok, pembahasan terkait adanya produk ramah lingkungan telah dilakukan namun hal tersebut belum menjadi komitmen yang mengikat negara APEC. KTT APEC 2013 diselenggarakan di Bali, 1–8 Oktober.<br /><br />Gita menampik pertemuan tingkat menteri itu hanya dijadikan sebagai ajang penawaran produk namun lebih menonjolkan usul kerangka yang bisa dipertanggung-jawabkan.<br /><br />"Bukan semata menyodorkan produk tetapi kerangka yang bisa dipertanggung-jawabkan, setruktur jelas, bagaimana mekanismenya," ucapnya.<br /><br />Dengan adanya kerangka tersebut diharapkan dapat mempromosikan produk ramah lingkungan yang berkelanjutan dan mengangkat masyarakat dari garis kemiskinan.<br /><br />"Kerangka ini sangat mendukung pembangunan berkelanjutan agar kemiskinan turun dan ini sangat merakyat," kata Gita. <strong>(das/ant)</strong></p>