Indonesia Kekurangan 22.000 Penyuluh

oleh
oleh

Pertanian di Indonesia diyakini sulit maju karena hingga kini masih kekurangan sekitar 22.000 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), sehingga hal itu berdampak pada kurang optimalnya memberi pengetahuan pengolahan pertanian kepada petani. <p style="text-align: justify;">"Idealnya setiap desa terdapat satu PPL, sedangkan di Indonesia ada 73.000 desa, sementara jumlah PPL hanya 51.000 orang sehingga masih kekurangan 22.000 penyuluh," tutur Ketua Dewan Pembina Pusat (DPP) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Mulyono Machmur di Tenggarong Seberang, Minggu.<br /><br />Menurut dia, jumlah sebanyak 51.000 PPL itu terdiri dari PPL yang telah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil maupun penyuluh kontrak, termasuk para penyuluh yang berstatus sebagai tenaga harian lepas.<br /><br />Pernyataan itu diutarakan Mulyono saat digelarnya Simposium Penyuluh Pertanian Indonesia dalam rangkaian Pekan Nasional (Penas) XIII Petani Nelayan di Kompleks Stadion Aji Imbut, Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.<br /><br />Guna meningkatkan jumlah penyuluh, lanjutnya, maka semua pihak baik pemerintah maupun kalangan pemerhati pertanian harus mengajak masyarakat agar berminat menjadi tenaga penyuluh.<br /><br />Sedangkan untuk meningkatkan minat masyarakat menjadi penyuluh, diharapkan juga ada insentif dari para tenaga profesional yang saat ini mengikuti simposium, sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang No. 16 tahun 2006.<br /><br />Meningkatkan minat masyarakat menjadi tenaga penyuluh juga harus mendapat penghasilan yang layak, yakni penyuluh mendapatkan tunjangan dan biaya operasional. Profesi ini diharapkan memiliki jenjang ke depan seperti halnya profesi guru.<br /><br />Tenaga penyuluh, lanjutnya, memiliki fungsi strategis dan menjadi kunci untuk membantu petani menjadi lebih kompetitif, efisien dan berkualitas sehingga mampu bersaing di tengah kompetisi global yang ketat.<br /><br />Saat ini sudah terjadi persaingan luar biasa, produk dari luar negeri masuk ke Indonesia karena bangsa ini kalah bersaing. Pemerintah diharapkan meningkatkan petani agar mampu bersaing dengan petani luar negeri.<br /><br />Perhiptani sebagai mitra pemerintah, maka organisasi ini terus memberikan sejumlah saran membangun guna meningkatkan profesionalitas tenaga penyuluh, yakni perlunya berbagai pelatihan hingga sertifikasi profesi. <strong>(das/ant)</strong></p>