Indonesia Targetkan Juara Di Kompetisi Internasional AIA

oleh

Tim Indonesia menargetkan menjadi juara dalam kompetisi sepak bola mini internasional AIA Championship 2017, setelah pada tahun sebelumnya hanya meraih status "runner up". <p>"Kami bertekad dan akan berusaha lebih baik untuk meraih juara," ujar Kepala Pemasaran PT AIA Financial Lim Chet Ming di Jakarta, Selasa.<br /><br /> Pada tahun 2016, Indonesia yang berlaga sampai babak final di Stadion White Hart Lane, kandang Tottenham Spurs, London, kalah dari tim Selandia Baru dengan skor 2-1.<br /><br /> Untuk memantapkan persiapan mencapai target di tahun 2017 tim Indonesia akan dilatih oleh dua orang legenda sepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas dan Firman Utina. <br /><br /> Bambang sendiri pada tahun lalu merupakan salah satu dari anggota tim yang berlaga di London.<br /><br /> "Di tahun ini saya akan berperan sebagai manajer tim, yang mengatur strategi untuk membawa AIA Indonesia menjadi juara. Saya percaya pengalaman pada tahun 2016 menjadi pelajaran berharga untuk menerapkan strategi yang tepat demi meraih prestasi terbaik," tutur Bambang.<br /><br /> AIA Championship sendiri merupakan turnamen sepak bola mini atau "mini soccer". Pada tahun 2017, kejuaraan ini akan dibagi dalam dua kategori yaitu AIA League yang ditujukan bagi karyawan internal AIA dan AIA Partner League yang terbuka untuk pihak eksternal perusahaan seperti para nasabah serta mitra AIA.<br /><br /> Head of Brand and Communication AIA Indonesia Finny Mythia Susiati menuturkan, AIA League akan diikuti oleh delapan tim sementara AIA Partner League diikuti oleh 14 tim.<br /><br /> Setiap tim diperkuat oleh delapan personel di mana lima orang pemain utama, sisanya cadangan. Batas usia minimal pemain adalah 18 tahun, tanpa batasan maksimal.<br /><br /> "Selama masih kuat silakan bermain. Satu tim juga dapat diperkuat oleh pemain laki-laki dan perempuan," kata Finny.<br /><br /> Bambang dan Firman sendiri akan melatih tim juara dari AIA Partner League. Sementara dari AIA League, dua pesepak bola nasional itu akan melatih tim "all star", yang terdiri dari delapan pemain terbaik AIA League.<br /><br /> "Kami akan memilih pemain yang terbaik, dari sisi teknik juga stamina. Nantinya saya dan Bambang juga dibantu beberapa pelatih fisik dan fisioterapis," ujar Firman Utina.<br /><br /> Kompetisi dilaksanakan pada 5 Februari 2017 di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Tim yang akan diberangkatkan untuk kompetisi regional di Hong Kong pada 24 Februari 2017, akan diikutkan ke training camp pada 11-12 Februari 2017.<br /><br /> Jika berhasil menjadi finalis di Hong Kong, Indonesia akan bertanding di Stadion White Hart Lane, London.<br /><br /> Rangkaian kegiatan AIA Championship 2017 akan dibuka dengan pertandingan amal "AIA Championship for Charity" pada 27 Januari 2017 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor yang bekerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Munial Sport Group (MSG) dan Persatuan Sepak Bola Tentara Nasional Indonesia (PS TNI).<br /><br /> Hasil donasi dari pertandingan amal tersebut akan diberikan kepada masyarakat Pidie Jaya, Aceh, yang sedang dalam masa pemulihan pasca-gempa.<br /><br /> Laga pembukaan akan mempertandingkan AIA All Star, gabungan dari tim Indonesia pada AIA All Star dan pesepak bola profesional U-23, melawan PS TNI dan APPI, yang diperkuat Bambang, Firman, Kurniawan dan Ahmad Bustomi. (*)</p> <p> </p> <p style="text-align: justify;">Sumber: http://www.antaranews.com</p>