Sejumlah iklan di media massa, seperti iklan parai politik, dan bahkan iklan anti korupsinya KPK, memberi gambaran Indonesia sebagai Negara kaya, namun rakyatnya menderita. Apakah memang Negara yang kaya sumberdaya alam akan menjadi makmur..? <p style="text-align: justify;">Ada lagu Koesplus pada tahun 70-an tentang Kolam Susu. Bahkan kata Koesplus, tongkat kayu dan batu saja jadi tanaman.<br /><br />Bukan saja lagu tentang kolam susu, banyak lagu sebelum dan sesudahnya yang meggambarkan kekayaan alam Indonesia. Lagu paling terbaru soal kekayaan alam adalah tentang Aku Papua Edo Kondologit.<br /><br />Kata Edo, tanah Papua adalah surga kecil yang jatuh ke Bumi. Sementara itu, pelajaran di sekolah-sekolah sejak SD hingga perguruan tinggi, juga sangat sering memberi gambaran tentang kekayaan alam Indonesia.<br /><br />Ironisnya, pemerintah juga mengundang investor luar negeri dengan member gambaran tentang kekayaan alam negeri ini yang luar biasa, ada emas, perak, tembaga, minyak bumi, baru bara, timah, nikel, aluminium, dan sebagainya.<br />Namun apa yang terjadi…? Semua itu lebih banyak dinikmati oleh Freeport, olah Chevron, oleh Total, dan kini oleh Petrochina. Pemerintah memang mendapatkan Royalti dan pajak dan sebagian rakyat Indonesia menjadi pekerja di perusahaan tersebut, namun tidak banyak.<br /><br />Bahkan sebaliknya, bumi nusantara ini hancur oleh pertambangan yang semakin menggila. Papua menjadi koyak, Kalimantan terkuras, dan pulau Bangka sudah tidak jelas wajahnya.<br /><br />Bangsa ini ternyata telah melakukan kesalahan bersama dengan jargon kekayaan alam nan melimpah.<br />Sama nasibnya dengan banyak Negara yang hanya menjual kekayaan alamnya.<br /><br />Negara-negara di Afrika sangat kaya akan emas dan intan berlian, di Papua Nu Gini hasil tambang berlimpah, di Myanmar sangat terkenal dengan batu permatanya, di Amerika Selatan, hampir serupa dengan Indonesia, banyak minyak dan hasil hutan.<br /><br />Sebagian besar Negara-negara itu rakyatnya tidak hidup sejahtera dan bahkan sering memuncukan konflik berdarah.<br />Negara-negara seperti Sierralone, Angola, dan Liberia, dikenal karena kasus berlian berdarah atau Blood Diamond. Semua itu menunjukkan bahwa kekayaan alam berlimpah tidak selalu memunculkan kesejahteraan dan kemakmuran.<br /><br />Sebaliknya, Singapura, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Inggris, Swedia, dan Negara-negara maju lainnya, tanpa kekayaan alam namun menjadi Negara makmur dan sejahtera.<br /><br />Kekayaan luar biasa Negara-negara maju adalah sumberdaya manusia dan sumberdaya teknologi.<br /><br />Orang-orang Eropa, dulu menjajah Indonesia dengan keunggulan manusia dan teknologi perang nya. Kini, Indonesia juga dijajah dengan beragam teknologi canggih yang harus dibeli dengan mahal.<br /><br />Karena itu, bila ingin memajukan kesejahteraan umum sesuai dengan tujuan nasional bangsa Indonesia, maka sedari sekarang, sejatinya bangsa Indonesia harus menghentikan jargon sebagai Negara kaya.<br /><br />Jargon itu harus diganti dengan Jargon tentang keunggulan orang-orang Indonesia atau kehebatan teknologi karya orang Indonesia. Bila ingin sejahtera, harus belajar, harus sekolah, harus cerdas dan harus bekerja keras, dan bukan cuma menunggu rezeki yang keluar dari dalam bumi atau rezeki yang qjatuh dari langit. <em><strong>(das/WK/RRI)</strong></em></p>

















