Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia Singgahi Sampit

oleh

Tim Kampanye Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia 2022 menyinggahi Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk menggalang dukungan masyarakat dan pecinta sepak bola di Provinsi Kalimantan Tengah. <p style="text-align: justify;">"Yang kami lakukan ini untuk Indonesia. Kita harus meyakinkan pemerintah bahwa Indonesia sanggup dan harus mengambil momen menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2022," kata Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia, Sarman El Hakim di Sampit, Jumat.<br /><br />Sampit menjadi tujuan pertama untuk menggalang dukungan masyarakat, khususnya pecinta sepak bola di Kalteng agar pemerintah menyetujui dan menangkap pelung besar Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia.<br /><br />Saat menggelar jumpa pers di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia Kotawaringin Timur Sarman meyakinkan bahwa Indonesia sanggup menjadi tuan rumah piala dunia.<br /><br />Kini, katanya, kesempatan itu tergantung pada keseriusan pemerintah untuk menyalurkan dukungan besar dari masyarakat yang menginginkan perhelatan terbesar sepak bola di dunia itu digelar di Indonesia.<br /><br />Secara teknis, kata dia, Indonesia sudah memiliki stadion yang disyaratkan FIFA dalam perhelatan piala dunia, yakni satu stadion berkapasitas 100.000 penonton yaitu Gelora Bung Karno, ditambah sembilan stadion berkapasitas minimal 40.000 penonton, yang kini juga sudah ada di sejumlah daerah.<br /><br />Persiapan lainnya yaitu infrastruktur jalan, perhotelan, kawasan wisata dan lainnya, diyakini akan bisa dipenuhi dalam rentang waktu tersisa sekitar tujuh tahun, jika pemerintah meyakinkan FIFA dalam konferensi pada 2015 nanti bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah piala dunia.<br /><br />Ini menjadi kesempatan besar Indonesia menjadi tuan rumah event yang sudah digelar sejak 1930 lalu tersebut. Jika tidak berhasil menjadi tuan rumah piala dunia pada 2022 nanti, maka Indonesia baru bisa mempunya kesempatan menjadi tuan rumah pada 60 tahun mendatang.<br /><br />Sarman yang sudah enam tahun berkeliling ke sejumlah negara untuk menggalang dukungan bagi Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia ini, masyarakat dan pemerintah Indonesia harus mengambil kesempatan berharga ini.<br /><br />Diceritakannya, pada 11 Desember 2009 nama Indonesia masuk dalam daftar kandidat tuan rumah piala dunia. Bahkan dalam penjaringan suara pada 2010, Indonesia mendapat dukungan besar yaitu 14 suara untuk zona Asia pada 2022.<br /><br />Sebenarnya pada 2010itulah Indonesia mempunyai peluang besar menyanggupi menjadi tuan rumah piala dunia, tetapi pemerintahan saat itu tidak mengambil peluang berharga tersebut dengan alasan fokus pada prestasi "Ini bukan kaitannya dengan prestasi, tapi kesiapan kita. Afrika Selatan mampu jadi tuan rumah, mengapa kita tidak? Belanda yang punya prestasi di piala dunia, tapi apa mereka ada mengajukan diri jadi tuan rumah? Ini tergantung kita," kata Sarman.<br /><br />Pria yang sempat diamankan polisi di Brazil karena nekat berkampanye menggalang dukungan bagi Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia ini, berpendapat, Indonesia akan banyak diuntungkan jika mampu menjadi tuan rumah piala dunia.<br /><br />Dia mencontohkan Brazil yang mampu meraup keuntungan puluhan triliun dari penyelenggaran piala dunia di negara itu. Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga sangat diuntungkan dari kedatangan jutaan wisatawan dari berbagai negara yang menghabiskan uang berbelanja dan berwisata selama piala dunia.<br /><br />"Saya yakni kalau Presiden Joko Widodo melobi FIFA, maka kita akan berpeluang besar menjadi tuan rumah piala dunia 2022. Makanya mari kita bersama-sama meyakinkan pemerintah dan dunia bahwa kita siap menjadi tuan rumah piala dunia, harap Sarman.<br /><br />Sebagai bentuk dukungan, Sarman bersama pecinta bola di Sampit akan menggelar aksi pembentangan bendera Merah Putih raksasa berukuran 1.500 m2 pada Sabtu sore. Aksi ini sebagai bentuk dukungan pecinta bola di daerah ini terhadap keinginan besar agar Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia pada 2022 mendatang. (das/ant)</p>