Indonesia Upayakan Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Kepala Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Purwiyatno Haryadi mengatakan Indonesia sedang berupaya menuju ketahanan pangan berbasis pangan lokal. <p style="text-align: justify;">"Ikhtiar tersebut dilakukan untuk menuju kedaulatan pangan," katanya di Bogor, Jawa Barat, Jumat.<br /><br />Menurut dia, isu-isu global, termasuk di dalamnya ketahanan pangan, tidak terlepas dari peranan pendidikan dan penelitian.<br /><br />Sementara itu, Dr Nobutama Ito dari Chiangmai University, Thailadn yang merupakan penggagas kerja sama Tri-U IPB dalam simposium di IPB menyoroti terkait isu global seperti krisis pangan, energi dan perubahan iklim.<br /><br />Terkait isu ini, ia berharap kerja sama mahasiswa Tri-U ini dapat memberikan kontribusi dalam memberikan solusi berupa pengembangan teknologi pangan, energi dan ramah lingkungan.<br /><br />Ia mengatakan, kondisi saat ini yang terjadi adalah jumlah populasi manusia di dunia semakin lama semakin meningkat sehingga otomatis konsumsi pangan pun akan meningkat.<br /><br />Di samping itu, produksi pangan mengalami penurunan karena bencana alam, pemanasan global dan perubahan iklim.<br /><br />"Dengan kondisi seperti ini harga pangan akan meningkat dan akan berdampak terhadap kemiskinan dan kelaparan," katanya.<br /><br />Selain itu, kata dia, persoalan tidak lepas hanya di bidang pangan saja, tetapi bidang energi juga menjadi bagian penting karena bagaikan rantai makanan di mana seiring dengan produksi pangan saat ini<br /><br />dan bertambahnya populasi manusia, maka Co2 pun terus meningkat<br /><br />sehingga hal tersebut dapat berdampak pada perubahan iklim.<br /><br />Pihaknya merekomendasikan tiga teknologi yang dapat menjadi solusi yaitu teknologi pertanian, teknologi robotik dan konsep pabrik berbasis lingkungan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>