Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat, Badar menyatakan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang, serta industri mikro dan kecil (IMK) di provinsi itu, sepanjang triwulan I tahun 2013, turun sebesar 2,60 persen. <p style="text-align: justify;">"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang, serta IMK triwulan I 2013 di Kalbar turun sebesar 2,60 persen, sementara nasional naik sebesar 2,25 persen," kata Badar di Pontianak, Jumat.<br /><br />Badar menjelaskan, secara triwulan pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang, serta IMK triwulan I 2013 mengalami peningkatan dibanding triwulan I tahun 2012 sebelumnya, yakni sebesar 8,05 persen, sementara nasional tumbuh sebesar 8,94 persen.<br /><br />Sementara itu, menurut Badar, kalau dibandingkan dengan triwulan I tahun 2013 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya tahun 2012, meningkat sebesar 4,97 persen, sementara nasional mengalami peningkatan sebesar 1,74 persen.<br /><br />Kepala BPS menyatakan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang, serta IMK tahun 2013, yang dikumpulkan dari hasil survei, juga mengalami penurunan sebesar 2,60 persen, sedangkan "year on year" tumbuh sebesar 8,05 persen.<br /><br />Terjadinya penurunan pada triwulan ini disebabkan karena penurunan pada jenis industri makanan sebesar 4,01 persen, industri karet, barang dari karet dan plastik juga turun sebesar 0,86 persen, kata Badar.<br /><br />"Sementara untuk jenis industri barang-barang dari kayu dan anyaman tumbuh sebesar 0,23 persen," ungkapnya.<br /><br />Untuk jenis industri makanan, khususnya industri CPO (crude palm oil) tumbuh sebesar 10,37 persen, kata Badar. <strong>(das/ant)</strong></p>


















