Informasi Minim Hambat Kerja Sama Ekonomi Kalbar – Polandia

oleh

Kepala Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi Kedutaan Besar Polandia untuk Indonesia, Romuald Morawski mengatakan, minimnya informasi mengenai negara di Eropa Tengah itu membuat potensi kerja sama ekonomi dengan Indonesia belum maksimal. <p style="text-align: justify;">"Polandia adalah akses untuk ke berbagai negara lain di Eropa karena berada di tengah-tengah benua itu," kata Romuald Morawski saat seminar tentang potensi ekonomi Kalimantan Barat – Polandia yang diselenggarakan Kadin Kalbar di Pontianak, Selasa.<br /><br />Menurut dia, informasi sangat penting untuk membuka peluang di suatu negara. Untuk memperkuat itu, perlu didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi yang optimal.<br /><br />"Salah satunya melalui website," kata Romuald Morawski.<br /><br />Ia melanjutkan, ketika negara-negara di Eropa maupun belahan dunia lain sebagian besar mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi, Polandia masih mencatat kenaikan.<br /><br />Polandia sendiri merupakan negara nomor 19 terbesar produk domestik bruto dengan nilai pendapatan per kapita penduduk di kisaran 17.400 dolar AS, jauh dibanding Indonesia yang berada di angka 3 ribu dolar AS.<br /><br />Ia juga mengkritisi sulitnya mendapat informasi dari daerah ketika mengikuti pameran di Jakarta atau kota lainnya.<br /><br />Sementara Wakil Ketua Umum Kadin Kalbar Soetaryo Soeradi mengakui hal itu. Namun, lanjut dia, pada umumnya karena yang menjaga stan saat pameran adalah kalangan birokrat yang mendapat tugas dari instansi tempatnya bekerja.<br /><br />"Sehingga mereka tidak dapat menjawab apa pertanyaan dari calon pembeli, terlebih kalau berasal dari luar negeri," kata Soetaryo Soeradi.<br /><br />Padahal, lanjut dia, informasi menjadi kunci untuk memperluas pasar suatu produk. "Pelaku usaha juga harus dapat menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan calon pembeli. Ini artinya, biaya produksi hingga di pelabuhan, kalau birokrat, mereka tidak bisa menjawabnya," kata dia.<br /><br />Ia menyarankan agar pemerintah lebih banyak memfasilitasi pelaku usaha kalau mempromosikan produk daerah dalam pameran yang berskala nasional maupun internasional.<br /><br />Pada kesempatan itu, Kadin Kalbar menawarkan sejumlah potensi seperti pelabuhan khusus kelapa sawit, pelabuhan internasional, perkebunan kelapa sawit, karet, bahan tambang dan lainnya.<br /><br />Soetaryo Soeradi mengatakan, bahan presentasi tersebut akan diterjemahkan ke dalam bahasa Polandia untuk memudahkan pengusaha di negara itu.</p>