Infrastruktur Hambat Perkembangan Pertanian Sintang

oleh

Minimnya sarana infrastruktur bidang pertanian menjadi penghambat perkembangan pertanian di Sintang. <p style="text-align: justify;">Keterbatasan keuangan daerah untuk melengkapi sejumlah kebutuhan infrstruktur pertanian membuat pemerintah tidak bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Demikian diungkapkan oleh kepada kepala dinas pertanian Sintang Arbudin Jauhari ketika mendampingi anggota komisi IV DPR RI pada kunjungan lapangan ke kecamatan Kelam Permai beberapa waktu lalu. <br /><br />“Infrastruktur yang sangat berpengaruh pada usaha pengembangan bidang pertanian ada dua macam, yaitu irigasi persawahan sampai pada masa pasca panen,”ungkapnya. <br /><br />Dikatakan Arbudin, selama ini alokasi dana untuk pembuatan irigasi persawahan masih sangat minim. Begitu pula pendanaan untuk pengadaan alat mesin pertanian,”jelasnya. <br />Mantan camat Tempunak ini juga mengatakan bahwa di lapangan, petani masih dihadapkan pada persoalan kesulitan mendapatkan pupuk dan bibit unggul. <br /><br />Upaya yang dilakukan dinas pertanian selama ini adalah dengan mengeluarkan himbauan agar petani menggunakan pupuk organik. Sayangnya, tidak semua petani bisa menggunakan pupuk tersebut. <br /><br />“Daya serap petani untuk membuat pupuk organik masih minim. Karena itu pelatihan melaluli PPL musti terus menerus dilakukan,”katanyya. <br /><br />Dihadapan para anggota komisi IV DPR RI, Arbudin juga mengatakan bahwa selama ini pendanaan untuk pengembangan bidang pertanian memang lebih banyak diberikan oleh pemerintah pusat. Sedangkan alokasi dari kabupaten maupun provinsi dirasakanya masih sangat mini. <br /><br />“Harapan kita kedepan sektor pertanian mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah pusat, terutama untuk penanganan infrastruktur pertanian,”ucapnya.<br /><br />Dijelaskan kembali oleh Arbudin, bahwa saat ini ada 7 dari 14 kecamatan yang terus dipacu untuk pengembangan dunia pertanian. Tujuh kecamatan tersebut antara lain  Binjai, Sepauk, Tempunak, Sungai Tebelian, Ketungau Hilir, Dedai dan Kelam Permai. <br /><br />Sementara bupati Sintang Milton Crosby berjanji akant erus berupaya mendongkrak sektor pertanian agar mampu swasembada beras. Petani akan dipacu untuk lebih mandiri. Sedangkan persoalan yang menyangkut masalah  persoalan infrastruktur akan diselesaikan secara bertahap. <br /><br />“Kami oemkab Sintang tetap komitmen terhadap pengembangan dunia  pertanian. Percetakan sawah akan terus kita lakukan dan peningkatan hasil panen juga akan terus diupayakan meningkat,”pungkasnya. <strong>(ast)</strong></p>