Ingat! Patuhi Prokes dan Jangan Sampai Ada Klaster Pilkades

oleh

SINTANG, KN – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang digelar pada 7 Juli 2021 mendatang, diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Pilkades serentak jangan sampai menjadi potensi untuk timbulnya klaster baru penyebaran Covid-19. Untuk itu, protokol kesehatan harus menjadi salah satu syarat mutlak yang perlu diterapkan,” tegas Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Maria Magdalena ketika menghadiri sosialisasi dan monitoring persiapan pelaksanaan Pilkades Serentak tahun 2021 di Aula Kecamatan Sei Tebelian, Kamis (10/6/2021).

Menurut Maria Magdalena, Pilkades bagian proses demokrasi di tingkat desa, dan sudah ditetapkan pelaksanaanya, sehingga panitia maupun pihak dinas terkait dapat memaksimalkan tugasnya.

“Pilkades kita di tahun ini memang berbeda karena dalam kondisi pandemi. Bagaimana pun kita harus dapat mensukseskan Pilkades ini tanpa hambatan, termasuk dengan mematuhi segala ketentuan yang ditetapkan, baik menyangkut aturan dan juknisnya maupun non teknisnya,” ungkap Maria Magdalena.

Olehkarenanya, masyarakat diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumunan agar tidak muncul penularan.

“Jangan sampai ada klaster pilkades,” tegasnya lagi.

Maria Magdalena menekankan, pentingnya keamanan dan keselamatan masyarakat yang diletakkan di atas agenda politik, meski keduanya sama-sama dinilai penting untuk menjalankan roda pemerintahan.

“Kita tidak ingin terjadinya penularan karena agenda politik, karena keamanan keselamatan rakyat jauh lebih penting dari pada agenda politik pemerintahan, meskipun agenda politik pemerintahan penting untuk menjamin adanya pemerintahan yang kuat termasuk kepala desa yang mendapatkan legitimasi rakyat,” imbuhnya.

Karena itu, Maria Magdalena berharap penyelenggaraan Pilkades Serentak berkaca pada penyelenggaraan Pilkada yang dinilai sukses menerapkan protokol kesehatan.

“Kita harapkan pilkades tidak menjadi penularan. Untuk itu, kita fokus semua pada pilkada, all out dengan berbagai upaya termasuk melibatkan semua stakeholder yang ada dengan harapan pilkada tahun 2020 lalu dapat berjalan aman dari penularan covid-19, sehingga menjadi contoh bagi pemilihan kepala desa saat ini,” pungkasnya. (*)