Ini Makna Logo dan Tema Hari Jadi Kota Sintang

oleh

SINTANG, KN – Pemerintah Kabupaten Sintang bersama seluruh elemen masyarakat merayakan Hari Jadi (Harjad) Kota Sintang. Tahun ini logonya mengusung tema “MEMBANGUN KEBERSAMAAN DALAM PERBEDAAN”

Ketua Majelis Adat dan Budaya Melayu Kabupaten Sintang yang juga tokoh masyarakat Kabupaten Sintang H. Ade Kartawijaya membeberkan bahwa tema Hari Jadi Kota Sintang yang ke 660 Tahun 2022 adalah membangun kebersamaan dalam perbedaan yang disingkat BANGSA.

“Tema Hari Jadi Kota Sintang yang ke 660 Tahun 2022 ini adalah BANGSA yang merupakan kepanjangan dari Membangun Kebersamaan Dalam Perbedaan. Semangat kebersamaan ini harus terus kita pupuk untuk bisa membangun Kota Sintang ini,” terang H. Ade Kartawijaya.

Ia mendukung kalau pada Selasa 10 Mei 2022 nanti seluruh ASN untuk masuk kerja menggunakan pakaian daerah yang lengkap. Buat surat edaran dari Bupati Sintang. Sehingga saat warga yang mau mendapatkan pelayanan akan tahu bahwa 10 Mei itu hari jadi Kota Sintang.

“Soal logo juga ada maksudnya yang terlihat dari warna logo. Warna merah mewakili suku Dayak dan Tionghoa. Warna kuning mewakili suku Melayu. Dan Warna hijau mewakili suku-suku lain,” jelasnya.

Ada juga ujung angka 6 itu dibuat lima cabang yang artinya Pancasila. Dan tiga cabang yang artinya saka tiga. Ada juga tulisan 10 Mei 1362-10 Mei 2022. Soal kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Sintang, kita akan pertimbangkan. Soal upacara, kalau bisa di Stadion Baning. Ucapan di media cetak juga perlu dilakukan Pemkab Sintang.

Kurniawan Sekretaris MABM Kabupaten Sintang menyampaikan sebenarnya sebelum dilaksanakan upacara harusnya ada kegiatan sosial Kemasyarakatan yang memang sudah pernah melakukan.

“Saya berharap ke depan. Kita adakan rapat yang mengumpulkan organisasi seperti Podsi dan yang lain. Siapa tau mereka ada rencana melaksanakan kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Sintang. Yang lain, selama satu minggu ASN bisa memakai pakaian daerah selama satu minggu,” papar Kurniawan.

Ia juga mengusulkan agar bisa melakukan makan siang kebangsaan yang melibatkan semua suku dan agama di Keraton Sintang.

“Hari Jadi Kota Sintang ini milik semua suku dan agama yang ada di Kabupaten Sintang. Dengan demikian, momentum usai Idul Fitri sangat sesuai jika ada kemeriahan. Coba kita tawarkan kepada masyarakat. Siapa tau mereka mau melaksanakan kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Sintang,” pungkasnya. (*)