Insentif Tenaga Medis Di Nunukan Segera Dibayar

oleh

Insentif kesehatan untuk tenaga medis di seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur dalam waktu dekat ini segera dibayar oleh pemerintah daerah. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Andi Ahmad di Nunukan, Rabu, mengakui insentif kesehatan untuk tenaga medis di seluruh Puskesmas di Kabupaten Nunukan belum dibayarkan.<br /><br />Namun dalam waktu dekat ini atau paling lambat pekan depan, semuanya akan dibayar mulai dari dokter, perawat maupun bidan.<br /><br />"Pembayaran insentif mereka sudah mau dibayarkan, kemungkinan pekan depan sudah terbayar semuanya," ujarnya.<br /><br />Sebenarnya, lanjut Andi Ahmad, keterlambatan pembayaran karena kode rekening di bagian keuangan bermasalah, berbeda dengan 2011 lalu, sementara surat keputusan (SK) belum ditandatangani Bupati Nunukan, Drs Basri.<br /><br />Andi Ahmad menjelaskan, insentif bagi tenaga medis yang belum dibayar sejak Januari 2012 atau selama 11 bulan dan enam bulan sejak Juni 2012 bagi tenaga perawat dan bidan.<br /><br />"Jadi kita sudah mau bayarkan semua insentifnya. Tidak ada masalah lagi dan pembayaran akan dirapel," kata dia.<br /><br />Ia mengatakan insentif bagi tenaga dokter sebesar Rp2,5 juta per bulan atau total Rp27,5 juta per orang, serta perawat dan bidan sebanyak Rp1 juta atau total Rp6 juta per orang.<br /><br />Anggaran pembayaran insentif kesehatan bagi tenaga medis, lanjut Andi Ahmad, baru disetujui pada APBD perubahan, walaupun anggarannya telah dianggarkan dalam APBD murni 2012.<br /><br />"Sebenarnya kami sudah anggarkan pada APBD murni 2012, tetapi baru disetujui setelah diusulkan kembali pada APBD perubahan 2012 ini," katanya.<br /><br />Ia menambahkan, Dinas Kesehatan telah menganggarkannya untuk pembayaran selama 12 bulan namun setelah diserahkan ke bagian keuangan kode rekening yang jadi masalah ditambah SK Bupati Nunukan juga belum ditandatangani.<br /><br />Sebelumnya sejumlah tenaga perawat dan bidan di Puskesmas Kecamatan Nunukan mengeluhkan belum adanya pembayaran insentif mereka.<br /><br />Mereka mengatakan selama 2012 ini baru terbayar oleh Dinas Kesehatan selama lima bulan yaitu Januari-Mei, sedangkan Juni-Oktober belum ada tanda-tanda akan dibayar.<br /><br />"Pada Juli (2012) pernah ada pembayaran, tetapi cuma lima bulan saja. Dan sampai bulan Oktober ini belum lagi ada pembayaran," ujar sejumlah perawat di salah satu Puskesmas. <strong>(das/ant)</strong></p>