Intel Kodim 1205 Sintang Tangkap Kayu Ilegal

oleh

Sebanyak 212 batang kayu olahan tanpa dilengkapi dokumen di tangkap unit intel Komando Distrik Militer (Kodim) 1205 Sintang, Minggu (29/3) sekitar pukul 08.00 WIB, di Sungai Melawi tepatnya di wilayah Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. <p>ayu jenis beian berukuran 9x9x4 tersebut dibawa dari daerah Ambalau menuju ke Nanga Pinoh dengan menggunakan dua unit motor klotok yang juga tidak ada dokumennya. Pemilik kayu tersebut berjumlah dua orang. <br /><br />“Sebanyak 162 batang milik Husuf berusia 49 tahun. Da membawa kayu belian dari ambalai dengan menggunakan motor air yang di nahkodai dirinya sendiri. Sementara 50 batang lagi milik Ahen (25), juga dibawa menggunakan motor air dari Ambalau san, nahkoda motor itu dirinya sendiri,” kata salah seorang anggota Unit Intel Kodim 1205, Sersan Mayor Lewi. T di temui di lokasi penangkapan.<br /><br />Lewi menjelaskan, penangkapan tersebut bermula dari informasi dari masyarakat. Kemudian di tindak lanjuti oleh Anggota Unit Intel Kodim, hingga dilakukan penangkapan. <br /><br />“Menurut keterangan Husuf, kayu tersebut dibawanya ke Nanga Pinoh dan akan dijual. Sementara 50 batang milik Ahen, dibawa ke Pinoh untuk membayar hutang kepada Rinto rekannya yang ada di Nanga Pinoh ini,” terangnya.<br /><br />Usai dilakukan penangkapan tersebut, kayu-kayu dipindah ke ke dalam truk untuk dibawa ke koramil, begitu juga dengan pemilik kayu, Husuf dan Ahen. Dibawa ke Koramil untuk di mintai keterangan. Sementara barang buktir transportasi pengakut diamankan di Sungai Melawi.<br /><br />“Kayu ini sementara akan dibawa ke Koramil, bersamaan dengan pemilik kayunya untuk dimintai keterangan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Polres Melawi untuk penanganannya. Proses hukumnya akan dilimpahkan ke Polres Melawi, maka barang bukti kayu dan motor air akan serta pemilik kayu tersebut akan diserahkan ke sana,” terangnya. <br /> <br />Pihak Kodim juga berkomitmen akan memeberantas pemain kayu olegal lainnya, dan akan mencari tau siapa-siapa yang berada di belakangnya. “Kita juga akan melakukan penangkapan terhadap pemain kayu ilegal lainnya terutama kayu untuk dibisnidkan yang berjumlah banyak,” pungkasnya. (Ira/Kn)</p>