Investasi Bangunan Kubu Raya Terhambat Kebijakan Pusat

oleh

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kubu Raya, Maria Agustina mengatakan investasi pembangunan di kabupaten itu sampai saat ini masih terhambat oleh kebijakan pemerintah pusat. <p style="text-align: justify;">"Satu diantara kendala yang dihadapi Pemerintah Kubu Raya maupun pengusaha soal investasi di Kubu Raya yaitu adanya persoalan kebijakan nasional untuk penundaan izin baru bagi usaha pemanfaatan ruang untuk kawasan gambut dan hutan primer," kata Maria di Sungai Raya, Minggu.<br /><br />Menurutnya, adanya kebijakan teresbut tentunya akan berdampak terkendalanya peningkatan jumlah investasi secara besar-besaran di Kubu Raya terutama bidang perumahan.<br /><br />"Seperti kita ketahui 60 persen wilayah Kubu Raya merupakan lahan gambut. Jadi walaupun kebijakan tersebut diberlakukan, namun untuk pemilik lahan yang telah memiliki sertifikat dibawah tahun 2011 bisa membangun atau memanfaatkan kembali lahannya," tuturnya.<br /><br />Meskipun demikian, lanjutnya, adanya kebijakan pusat tersebut tentu akan membatasi jumlah investasi di Kubu Raya.<br /><br />Dia memprediksi hingga beberapa tahun kedepan sektor tersier khususnya di bidang perumahan akan terus meningkat realisasinya.<br /><br />"Adanya program Pak Joko Widodo dengan target pembangunan sejuta rumah tentu akan mendorong pengusaha untuk semakin gencar berinvestasi di Kalimantan Barat dan tidak menutup kemungkinan Kubu Raya menjadi pilihan pihak swasta untuk berinvestasi," kata Maria.<br /><br />Disisi lain, Maria Agustina mengatakan pada semester pertama tahun ini, realisasi investasi sektor sekunder yang masuk mencapai Rp728 miliar.<br /><br />"Pada semester 1 tahun ini, realisasi investasi sektor sekunder lebih mendominasi dari sektor primer, dimana jika kita kalkulasikan, realisasi invesatasi sektor sekunder mencapai Rp728 miiliar untuk 12 proyek," tutrnya.<br /><br />Dia menjelaskan, untuk sektor sekunder meliputi industri kayu, industri karet dan plastik dan indutri logam dan elektronik.<br /><br />Cukup besarnya realiasi sektor sekunder yang masuk ke Kubu Raya secara tak langsung memberikan dampak positif karena akan menambah value edit terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja.<br /><br />Sedangkan sektor primer meliputi tanaman pangan, perkebunan, petenakan dan sejenisnya hanya terealisasi sekitar Rp93,08 miliar dengan jumlah tujuh proyek. Sedangkan untuk sektor tersier realisasinya sekitar Rp95,98 miliar.<br /><br />"Adapun jenis sektor tersier meliputi invesastasi dibidang listrik, air, perdagangan, kontruksi hotel, transportasi, perumahan dan kawasan perkantoran. Untuk sektor tersier investasi dibidang perumahan dan pengembangn kawasan paling dominan dan cukup tinggi yaitu sekitar Rp92,13 miliar," katanya. (das/ant)</p>