Investasi Masuk Sintang Harus Benar-Benar Mensejahterakan Masyarakat

oleh
oleh
Harjono

SINTANG, KN – Ketua Komisi D Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Harjono menyambut baik investasi perkebunan di Bumi Senentang. Ia berharap, kehadiran investasi benar-benar mensejahterakan masyarakat.

“Selaku perwakilan di DPRD tentu sangat berharap kehadiran perusahaan atau investasi sesuai dengan visi misi untuk mensejahterakan masyarakat,” kata Harjono.

Visi Misi Pemerintah Kabupaten Sintang yaitu; “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Sintang Yang Cerdas, Sehat, Maju, Religius Dan Sejahtera, Yang Didukung Penerapan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Dan Bersih Pada Tahun 2021”

dan Misinya Melaksanakan pembangunan pendidikan berkualitas yang berakar pada budaya lokal; Melaksanaka pembangunan kesehatan yang menyeluruh, adil dan terjangkau bagi masyarakat; Mengoptimalkan penyediaan infrastruktur dasar guna pengembangan potensi ekonomi dan sumber daya daerah; Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat; Meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengalaman agama dalam kehidupan sosial; Menata dan mengembangkan manajemen pemerintah daerah yang sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Lanjut politisi Golkar ini kehadiran perusahaan, bisa membantu membuka akses jalan ke dusun atau desa yang masih terisolir. “Yang paling penting, masyarakat setempat ketika memiliki masalah dengan perusahaan agar bisa diselesaikan dengan cara damai,” katanya.

Selain itu, ketika perusahaan memiliki masalah dengan masyarakat di sekitar areal investasi, tidak langsung membawa masalahnya ke ranah hukum.

“Mohon, masalahnya diselesaikan dengan kekeluargaan juga. Jangan sedikit-sedikit langsung lapor polisi. Megigat, ketika investor masuk bersikap manis,” ucapnya.

Khusus untuk rekrutmen tenaga kerja, kata politisi Harjono, perusahaan hendaknya memberikan sesuai dengan kompetensi masyarakat setempat.

“Lapangan kerja tentu sesuai dengan kemampuan dan skill masyarakat itu sendiri. Masyarakat harus berdaya dengan hadirnya perusahaan. Apa yang bisa mereka kerjakan, tolong diakomodir jangan sampai setelah ribut dengan masyarakat baru memperkerjakan masyarakat setempat” pintanya.

Selain itu kata Harjono, jangan sampai membawa pekerja dari luar daerah selagi masyarakat setempat ada yang memiliki kemampuan untuk melakuka pekerjaan itu, Kecuali, mereka tidak memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, mereka juga tidak nuntut harus diperkerjakan.

“Selagi masyarakat setempat bisa kerja, ayo memperdayakan masyarakat,” pungkasnya. (TM)