Investor Bangun Hotel Di Pantai Ujung Pandaran

oleh

Potensi wisata pantai Ujung Pandaran di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah menarik minat investor lokal membangun hotel dan sarana rekreasi di lokasi itu. <p style="text-align: justify;">"Investor itu berencana membangun hotel dan tempat dengan segala kelengkapannya di atas lahan kurang lebih dua hektare," kata Kepala Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Kotim, Johny Tangkere di Sampit, Rabu.<br /><br />Saat ini investor tersebut sudah mengurus perizinan dan sampai pada tahap cek lokasi oleh Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal sebelum mengeluarkan perizinannya.<br /><br />Sejumlah instansi dilibatkan dalam pengecekan lokasi, seperti Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda, Satuan Polisi Pamong Praja, pihak kecamatan dan desa.<br /><br />"Kami tidak asal dalam mengeluarkan perizinan hotel. Semua harus dikaji agar tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari," tambah Johny.<br /><br />Pemerintah daerah, lanjutnya, sangat terbuka terhadap para investor yang ingin berinvestasi di daerah ini asal mematuhi aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan masalah.<br /><br />Menurut dia, untuk pembangunan hotel dan rekreasi pemancingan itu, pemerintah daerah sangat antusias karena sejalan dengan upaya pengembangan sektor pariwisata, terlebih investornya adalah pengusaha lokal daerah ini.<br /><br />Ada beberepa bangunan yang rencananya didirikan di Ujung Pandaran, yakni hotel, sarana pemancingan dan sarana pendukung lainnya dengan harapan bisa lebih menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Sampit.<br /><br />"Kami siap mendukung karena dari sektor ini akan menimbulkan banyak efek positif, seperti serapan tenaga kerja dan membuka peluang usaha, serta membuka keterisolasian dari keramaian di Desa Ujung Pandaran karena akan selalu ramai dikunjungi," kata Johny.<br /><br />Masuknya investasi ke objek wisata pantai Ujung Pandaran diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di perkampungan nelayan tersebut. <strong>(das/ant)</strong></p>