Investor dari negara Malaysia lirik potensi listrik tenaga air (PLTA) atau pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. <p style="text-align: justify;"><br />"Daerah kami banyak memiliki potensi listrik tenaga air, sehingga ditawarkan bagi investor yang berminat," kata Bupati Barito Utara (Barut), Nadalsyah saat menerima sejumlah investor dari Malaysia di Muara Teweh, Jumat.<br /><br />Menurut Nadalsyah, potensi listrik tenaga air di wilayah Barito Utara sangat potensial dengan daya hingga 4 megawatt (MW) di Kecamatan Teweh Selatan diantaranya Dam Trinsing dengan potensi daya 1,5 mw dan Dam Trahean 2,5 mw.<br /><br />Untuk mengelola potensi ini perlu dilakukan oleh tim survei dengan menyiapkan studi kelayakan (feasebility study) sekitar enam pekan.<br /><br />"Pemerintah daerah siap mendukung dalam aspek legal dan perizinan dan berkoordinasi dengan pihak PT PLN dalam pengerjaan konstruksi," katanya.<br /><br />Sementara Dr Mustofa, Konsultan Investor warga Malaysia yang kini tinggal di Australia itu menyatakan bahwa pihaknya tertarik untuk menanamkan investasi di bidang ketenagalistrikan bersumber tenaga air.<br /><br />Secara terpisah Kepala Bidang Energi pada Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara Sarwo Mulyo mengatakan wilayah Barito Utara memiliki potensi listrik tenaga air yang sebagian telah disurvei.<br /><br />"Sejumlah kawasan di wilayah kecamatan sudah kami survei untuk diteliti potensi air terjunnya dapat dijadikan energi listrik," katanya.<br /><br />Sarwo menjelaskan, hasil survei 2013 dilakukan di kawasan Kecamatan Lahei Barat antara lain air terjun Jantur Bongkok Desa Nihan Hilir dengan ketinggian 5,5 meter berpotensi jadi daya listrik 415 kilowatt (kw), air terjun Hongkong Luwe Desa Luwe Hulu (6 meter) dengan potensi 877 kw.<br /><br />Kemudian di wilayah Kecamatan Teweh Baru meliputi air terjun Jantur Logom Desa Sabuh (delapan meter) dengan potensi 616 kw dan air terjun Bukit Keminting Kelurahan Jingah (dua meter) potensi 32,89 kw.<br /><br />Tahun 2012 dilakukan di kawasan air terjun Limungun di Sungai Temulur, Desa Muara Mea, Kecamatan Gunung Purei, dengan potensi daya listrik sekitar 357 kw, air terjun Jantur Doyam, Desa Mukut, Kecamatan Lahei, 380 kw dan Sungai Brioi, Desa Sungai Rahayu II, Kecamatan Teweh Tengah, sekitar 221 kw.<br /><br />Untuk tahun 2011 potensi listrik di wilayah Kecamatan Teweh Tengah yakni DAM Trinsing sekitar 118 kw dan DAM Trahean 82 kw, Sungai Malungai, Desa Malungai, Kecamatan Gunung Timang, 21,78 kw, Sungai Sentuyun, Desa Tanjung Harapan ,Kecamatan Gunung Purei, sekitar 22 kw.<br /><br />"Wilayah Kabupaten Barito Utara memang banyak memiliki lokasi yang bisa dijadikan PLTMH selain air terjun juga riam bebatuan untuk dimanfaatkan energi listrik air berkapasitas sedang," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, pihaknya juga menjajaki pembangunan energi listrik dengan menggunakan fasilitas kincir air dengan memanfaatkan arus air Sungai Barito yang mengalir deras dari wilayah hulu atau utara ke hilir atau selatan.<br /><br />Arus air sungai sepanjang 900 kilometer yang wilayah hulunya di Kalteng dan bermuara di laut Jawa wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) ini menyimpan potensi listrik yang digerakkan tenaga kincir air.<br /><br />"Ini merupakan program jangka panjang sebagai energi alternatif bagi warga di pedesaan," ujarnya.<br /><br />Potensi energi listrik dari tenaga air di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini sangat besar sesuai survei PT PLN wilayah Kalteng dan Kalsel untuk PLTA maupun PLTMH.<br /><br />Hasil penelitian pihak PLN untuk PLTA Muara Teweh berkapasitas 34 MegaWatt (MW), PLTA Muara Lahei 32,2 MW dan PLTMH Gunung Purei memanfaatkan air Sungai Teweh (anak Sungai Barito) sekitar 0,6 MW atau 600 kilo watt.<br /><br />"Pemanfaatan potensi air yang disurvei PLN ini merupakan program jangka panjang," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>


















