Investor Sawit, Terus Lirik Ketungau

oleh

Satu lagi investor sawit yang akan menanamkan modalnya di wilayah Ketungau, yakni PT. Sawit Katulistiwa Lestari. Berdasarkan ijin yang sudah dikeluarkan oleh Pemkab Sintang, PT. SKL akan mendapatkan lahan 12.100 hektar yang tersebar di wilayah Kecamatan Binjai Hulu, Ketungau Hilir dan Ketungau Tengah. Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan konsultasi publik keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL di Aula CU Keling Kumang pada Senin, 25 Nopember 2013. <p>“kami akan membangun perkebunan dan unit pengolahan kelapa sawit di Ketungau Kilir. Dan kami akan terus menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Supaya proyek ini bisa berjalan” jelas FX. Purwanto perwakilan PT. Sawit Katulistiwa Lestari.</p> <p>Asisten Pemerintahan Setda Sintang GA. Anderson mengharapkan persoalan tapal batas harus diperhatikan lebih serius. "Beberapa masalah investasi perkebunan kelapa sawit adalah tanaman sawit tidak dipelihara dengan baik. Saya minta pihak perusahaan untuk menanam dan memelihara tanaman sawit dengan benar” pinta GA. Anderson.</p> <p>Abdul yang juga perwakilan PT. SKL menjelaskan bahwa pihaknya akan bantu pemerintah kecamatan dan desa dalam hal penataan batas antar dusun. Kami juga menyadari persoalan batas ini memang cukup banyak terjadi. Dengan demikian, permasalahan batas bisa kami minimalisir.</p> <p>“Kami juga akan menerapkan konsep kemitraan 80:20. Masyarakat melalui koperasi memiliki kebun seluas 20% dari yang di kembangkan. Kami juga akan merekrut tenaga kerja lokal, sehingga keuntungan dari hadirnya perkebunan adalah terbukanya lapangan kerja dan penghasilan dari kebun sawit” jelas Abdul.</p> <p>Keuntungan sistem kemitraan inti-plasma adalah petani memiliki kebun yang bersertifikat, memperoleh penghasilan bersih tanpa mengeluarkan biaya operasional, petani bisa juga sebagai karyawan, adanya transfer ilmu pengetahuan mengelola kebun, dan semua petani bebas dari resiko gagal tanam karena kebun secara total ditangani oleh pihak investor.</p> <p> </p> <p>Pertemuan ini dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat dan memberdayakan masyarakat dalam pengambilan keputusan atas rencana pembangun kebun dan pabrik pengolahan kelapa sawit.</p> <p>PT. SKL juga sudah merencanakan untuk membangun pabrik pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas kurang lebih 30 ton TBS/jam.</p> <p>David Kepala Desa Nanga Ketungau menekankan masalah tenaga kerja, jangan sampai tenaga kerja banyak dari luar sintang. Setiap perusahaan yang ada di sintang, baik di awal, juga baik di tengah dan diakhir. Kami mengingatkan juga jangan tanam sawit di pinggir sungai bahkan di sungai.</p> <p>Patrisius Tokoh Masyarakat Ketungau Hilir mengingatkan perusahaan agar hati-hati menerima penyerahan lahan dari warga, karena pernah terjadi kasus warga yang menyerahkan lahan yang bukan miliknya.</p> <p>Petrus Gan Kepala Desa Baung Sengatap berharap semua program bisa dilaksanakan dan janji harus di tepati. "Kami minta pihak perusahaan tidak menjual lahan ke perusahaan lain.</p> <p>Julian Sahri Tokoh Masyarakat Binjai Hulu justru minta sistem kemitraan 70:30. "Ini supaya antara perusahaan dan masyarakat sama-sama untung" jelasnya.</p>