Home / Tak Berkategori

Investor Siap Bantu Tangani Kerusakan Jalan

- Jurnalis

Jumat, 2 Desember 2011 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Investor perkebunan dan pertambangan serta pengusaha angkutan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah siap membantu tangani kerusakan ruas jalan Sampit-Bagendang-Samuda. <p style="text-align: justify;">"Kalau memang itu dibutuhkan kami siap membantu pemerintah daerah dalam upaya memperbaiki ruas <br /><br />jalan yang rusak tersebut," kata Siswanto salah seorang perwakilan investor yang tergabung dalam <br /><br />Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kotim di Sampit, Jumat dalam rapat koordinasi <br /><br />penanganan kerusakan jalan Sampit-Bagendang-Samuda di DPRD setempat.<br /><br />Selama ini pemerintah daerah tidak pernah terbuka kepada investor terkait keinginannya yang ingin <br /><br />melibatkan pihak investor dalam menangani dan perbaikan ruas jalan.<br /><br />Sudah sering pemerintah daerah mengundang investor baik itu perkebunan maupun pertambangan untuk <br /><br />rapat koordinasi, namun tidak pernah ada tindak lanjutnya.<br /><br />Pemerintah daerah hanya mengeluarkan imbauan bantuan melalui media masa dan tidak pernah <br /><br />disampaikan secara resmi.<br /><br />Menurut Siswanto, jika memang itu perlu dan sifatnya mendesak seharusnya pemerintah daerah <br /><br />menyampaikan keinginannya secara resmi, yakni melalui surat dan tidak mungkin investor akan menolak <br /><br />permintaan bantuan tersebut.<br /><br />Pihak investor selama ini menunggu dan hingga sekarang belum ada permintaan yang sifatnya resmi.<br /><br />"Kami bersedia memberikan bantuan perbaikan ruas jalan Sampit-Bagendang-Samuda yang rusak tersebut, <br /><br />tapi bentuk bantuan yang akan kami berikan juga harus jelas dan memiliki payung hukum," katanya.<br /><br />Apabila harus membantu dalam bentuk barang berapa banyak, begitu juga jika harus dalam bentuk dana <br /><br />berapa besar yang harus dikeluarkan investor, nilai nominalnya perlu disebutkan.<br /><br />"Selama ini kerusakan ruas jalan Sampit-Bagendang-Samuda yang dipersalahkan selalu investor karena <br /><br />kendaraan angkutannya melebehi kapasitas kemampuan jalan, padahal pemerintahlah yang kurang terbuka <br /><br />kepada kami," ungkapnya.<br /><br />Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kotim, Juanda mengatakan, berdasarkan survei lapangan <br /><br />kerusakan ruas jalan Sampit-Bagendang-Samuda terjadi pada kilometer 9, 600 hingga 14, 350 dan dari <br /><br />kilometer 16, 30 hingga 21, 700.<br /><br />"Titik tersebut perlu perbaikan yang mendesak agar arus lalulintas tetap berjalan dan untuk <br /><br />timbunannya sendiri dibutuhkan jenis agregat B. Sebelum dilakukan perbaikan jalan harus dieruk <br /><br />untuk menbuang lumpur serta pembuangan airnya juga diperlancar agar proses pengeringan dapat <br /><br />berjalan cepat," terangnya.<br /><br />Sementara Anggota Komisi III DPRD Kotim, Yohanes Aridian mengatakan, saat ini yang perlu dipirkan <br /><br />adalah tindakan jangka waktu dekat atau pendek karena hal itu menjadi kebuhtuhan yang mendesak.<br /><br />"Perbaikan kami kira sudah tidak ada masalah karena pihak investor sendiri telah menyatakan <br /><br />kesanggupannya membantu perbaikan jalan tersebut sekarang tinggal pemerintah daerah siap apa tidak <br /><br />mengakomodir bantuan investor," ungkapnya.<br /><br />Ruas jalan Sampit-Bagendang-Samuda tidak boleh dibiarkan rusak dan harus tetap fungsional. <br /><br /><strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Berita Terbaru