Investor Siap Bantu Tangani Kerusakan Jalan

oleh

Investor perkebunan dan pertambangan serta pengusaha angkutan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah siap membantu tangani kerusakan ruas jalan Sampit-Bagendang-Samuda. <p style="text-align: justify;">"Kalau memang itu dibutuhkan kami siap membantu pemerintah daerah dalam upaya memperbaiki ruas <br /><br />jalan yang rusak tersebut," kata Siswanto salah seorang perwakilan investor yang tergabung dalam <br /><br />Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kotim di Sampit, Jumat dalam rapat koordinasi <br /><br />penanganan kerusakan jalan Sampit-Bagendang-Samuda di DPRD setempat.<br /><br />Selama ini pemerintah daerah tidak pernah terbuka kepada investor terkait keinginannya yang ingin <br /><br />melibatkan pihak investor dalam menangani dan perbaikan ruas jalan.<br /><br />Sudah sering pemerintah daerah mengundang investor baik itu perkebunan maupun pertambangan untuk <br /><br />rapat koordinasi, namun tidak pernah ada tindak lanjutnya.<br /><br />Pemerintah daerah hanya mengeluarkan imbauan bantuan melalui media masa dan tidak pernah <br /><br />disampaikan secara resmi.<br /><br />Menurut Siswanto, jika memang itu perlu dan sifatnya mendesak seharusnya pemerintah daerah <br /><br />menyampaikan keinginannya secara resmi, yakni melalui surat dan tidak mungkin investor akan menolak <br /><br />permintaan bantuan tersebut.<br /><br />Pihak investor selama ini menunggu dan hingga sekarang belum ada permintaan yang sifatnya resmi.<br /><br />"Kami bersedia memberikan bantuan perbaikan ruas jalan Sampit-Bagendang-Samuda yang rusak tersebut, <br /><br />tapi bentuk bantuan yang akan kami berikan juga harus jelas dan memiliki payung hukum," katanya.<br /><br />Apabila harus membantu dalam bentuk barang berapa banyak, begitu juga jika harus dalam bentuk dana <br /><br />berapa besar yang harus dikeluarkan investor, nilai nominalnya perlu disebutkan.<br /><br />"Selama ini kerusakan ruas jalan Sampit-Bagendang-Samuda yang dipersalahkan selalu investor karena <br /><br />kendaraan angkutannya melebehi kapasitas kemampuan jalan, padahal pemerintahlah yang kurang terbuka <br /><br />kepada kami," ungkapnya.<br /><br />Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kotim, Juanda mengatakan, berdasarkan survei lapangan <br /><br />kerusakan ruas jalan Sampit-Bagendang-Samuda terjadi pada kilometer 9, 600 hingga 14, 350 dan dari <br /><br />kilometer 16, 30 hingga 21, 700.<br /><br />"Titik tersebut perlu perbaikan yang mendesak agar arus lalulintas tetap berjalan dan untuk <br /><br />timbunannya sendiri dibutuhkan jenis agregat B. Sebelum dilakukan perbaikan jalan harus dieruk <br /><br />untuk menbuang lumpur serta pembuangan airnya juga diperlancar agar proses pengeringan dapat <br /><br />berjalan cepat," terangnya.<br /><br />Sementara Anggota Komisi III DPRD Kotim, Yohanes Aridian mengatakan, saat ini yang perlu dipirkan <br /><br />adalah tindakan jangka waktu dekat atau pendek karena hal itu menjadi kebuhtuhan yang mendesak.<br /><br />"Perbaikan kami kira sudah tidak ada masalah karena pihak investor sendiri telah menyatakan <br /><br />kesanggupannya membantu perbaikan jalan tersebut sekarang tinggal pemerintah daerah siap apa tidak <br /><br />mengakomodir bantuan investor," ungkapnya.<br /><br />Ruas jalan Sampit-Bagendang-Samuda tidak boleh dibiarkan rusak dan harus tetap fungsional. <br /><br /><strong>(das/ant)</strong></p>