IPM Kabupaten Pulang Pisau Masih Terendah

oleh

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menyatakan Indek Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2011 di daerah itu terendah di antara kabupaten yang terdapat di provinsi tersebut. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Pulang Pisau, Bakhzar Efendi di Pulang Pisau, Senin mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pulang Pisau hingga 2011 masih belum menunjukkan kemajuan sehingga masih berada pada posisi terbawah dari 14 kabupaten/kota lainnya di Kalteng.<br /><br />"Memang hingga akhir tahun 2011 kondisi IPM Kabupaten Pulang Pisau masih berada pada posisi terakhir dengan persentase sebesar 71,53 persen," katanya.<br /><br />Menurutnya, ada tiga indikator yang menyebabkan kondisi IPM yang dicapai tersebut yakni ekonomi atau kualitas daya beli, pendidikan dan kesehatan.<br /><br />Namun yang paling besar mempengaruhi capaian tersebut adalah faktor pendidikan yang disebabkan jumlah buta huruf yang masih besar didaerah itu.<br /><br />"Jumlah buta huruf kita masih besar, meski yang tersisa sebagian besar adalah usia lanjut," katanya.<br /><br />Kendati demikian, menurut Bakzar, penambahan IPM di Kabupaten Pulang Pisau termasuk yang tercepat, jika melihat dari beberapa variable diantaranya pendidikan, kesehatan, angka harapan hidup serta indeks daya beli masyarakat.<br /><br />"Dari sisi kemajuan paling cepat dan peningkatan merata dari variable yang ada, misalkan IPM untuk anak usia sekolah hampir tidak ada yang ditemukan anak yang buta huruf," katanya.<br /><br />Selain itu, dampak geografis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan IPM tersebut, katanya.<br /><br />Dia mengatakan perlu ada terobosan untuk melakukan upaya menaikkan posisi IPM Kabupaten Pulang Pisau tersebut diantaranya melalui kejar paket A.<br /><br />"Upaya ini juga relatif berjalan efektif karena faktor individu yang paling menentukan apakah orang-orangnya punya motivasi," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>