Home / Tak Berkategori

Iseng Buat Bros Jadi Usaha Rumah Tangga

- Jurnalis

Jumat, 17 Februari 2012 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iseng membuat bros, asisoris busana, akhirnya menjadi usaha rumah tangga, walau usahanya kecil-kecilan. <p style="text-align: justify;">Sebagaimana pengakuan, Tika, mahasiswi program magister manajemen Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Jumat, membuat bros itu, bermula dari pekerjaan iseng (mengisi waktu kosong).<br /><br />Alumnus Fakultas Ekonomi Unlam itu mengaku, pekerjaan membuat bros tersebut terinspirasi dengan promosi dalam media maya terhadap jenis asisoris itu.<br /><br />"Kok, mahal sekali harganya, sebuah bros ukuran sedang (diameter 2 – 3 Cm) ada yang mencapai Rp40.000," ujar mantan bendahari koperasi mahasiswa (Kopma) perguruan tinggi negeri tertua di Kalimantan Selatan tersebut.<br /><br />Oleh karenanya, putri kedua dari dua bersaudara, anak dari keluarga Hj Nurul tersebut mencoba merajut benang wol menjadi bros dengan berbagai ukuran atau dari seharga Rp10.000 sampai Rp25.000/buah.<br /><br />Dalam mengisi waktu kosongnya, aktivis wanita yang berbintang Capricon itu, per hari dapat membuat 4 – 5 bros ukuran sedang dengan harga jual berkitar antara Rp15.000 – Rp25.000/buah.<br /><br />"Sebenarnya kalau merajut itu tak masalah, mungkin sehari bisa bikin sampai 10 atau belakas bros. Tapi yang lambat itu, memikir model atau bentuknya agar orang tertarik dengan bros tersebut," ujarnya.<br /><br />"Sebab kalau bentuk atau modelnya monoton (yang itu-itu juga) bros yang kita buat tidak akan laku. Oleh karena itu kita harus pandai memvariasi agar terus menarik calon pembeli," demikian Tika.<br /><br />Usaha rumah tangga kecil-kecilan dengan membuat bros juga dilakukan beberapa anggota keluarga lain di Banjarmasin dan bahkan sampai ke daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel.<br /><br />"Karena harga bros yang terbuat dari rajutan benang itu per buah kalau di Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalsel (135 Km utara Banjarmasin) mencapai Rp40.000, sementara di Banjarmasin cuma sekitar Rp25.000," ungkap Hariyani.<br /><br />Pasalnya bros dari benang rajut tersebut belakangan ini lagi trend dan bukan saja diganderungi remaja putri, tapi juga perempuan dewasa guna mempercantik busana mereka, ujar ibu dari satu akan tersebut.<br /><br />Oleh sebab itu tidak heran kalau ibu-ibu rumah tangga yang punya keahlian merajut dan mempunyai waktu lowong, juga ikut membuat bros dari benang tersebut, demikian Hariyani. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru