Iseng membuat bros, asisoris busana, akhirnya menjadi usaha rumah tangga, walau usahanya kecil-kecilan. <p style="text-align: justify;">Sebagaimana pengakuan, Tika, mahasiswi program magister manajemen Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Jumat, membuat bros itu, bermula dari pekerjaan iseng (mengisi waktu kosong).<br /><br />Alumnus Fakultas Ekonomi Unlam itu mengaku, pekerjaan membuat bros tersebut terinspirasi dengan promosi dalam media maya terhadap jenis asisoris itu.<br /><br />"Kok, mahal sekali harganya, sebuah bros ukuran sedang (diameter 2 – 3 Cm) ada yang mencapai Rp40.000," ujar mantan bendahari koperasi mahasiswa (Kopma) perguruan tinggi negeri tertua di Kalimantan Selatan tersebut.<br /><br />Oleh karenanya, putri kedua dari dua bersaudara, anak dari keluarga Hj Nurul tersebut mencoba merajut benang wol menjadi bros dengan berbagai ukuran atau dari seharga Rp10.000 sampai Rp25.000/buah.<br /><br />Dalam mengisi waktu kosongnya, aktivis wanita yang berbintang Capricon itu, per hari dapat membuat 4 – 5 bros ukuran sedang dengan harga jual berkitar antara Rp15.000 – Rp25.000/buah.<br /><br />"Sebenarnya kalau merajut itu tak masalah, mungkin sehari bisa bikin sampai 10 atau belakas bros. Tapi yang lambat itu, memikir model atau bentuknya agar orang tertarik dengan bros tersebut," ujarnya.<br /><br />"Sebab kalau bentuk atau modelnya monoton (yang itu-itu juga) bros yang kita buat tidak akan laku. Oleh karena itu kita harus pandai memvariasi agar terus menarik calon pembeli," demikian Tika.<br /><br />Usaha rumah tangga kecil-kecilan dengan membuat bros juga dilakukan beberapa anggota keluarga lain di Banjarmasin dan bahkan sampai ke daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel.<br /><br />"Karena harga bros yang terbuat dari rajutan benang itu per buah kalau di Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalsel (135 Km utara Banjarmasin) mencapai Rp40.000, sementara di Banjarmasin cuma sekitar Rp25.000," ungkap Hariyani.<br /><br />Pasalnya bros dari benang rajut tersebut belakangan ini lagi trend dan bukan saja diganderungi remaja putri, tapi juga perempuan dewasa guna mempercantik busana mereka, ujar ibu dari satu akan tersebut.<br /><br />Oleh sebab itu tidak heran kalau ibu-ibu rumah tangga yang punya keahlian merajut dan mempunyai waktu lowong, juga ikut membuat bros dari benang tersebut, demikian Hariyani. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















