Ada yang menarik disela-sela presentasi Bupati Sintang, Milton Crosby. Baru kali ini Bupati Sintang ini berbicara tentang konpensasi. Dikatakannya, bahwa Kabupaten Sintang harus mendapat perhatian pemerintah pusat, karena pembangunannya pernah tertunda bertahun-tahun akibat sejarah. <p style="text-align: justify;">Tertundanya pembangunan di Sintang ini, karena dimasa lalu Sintang pernah menjadi TKP Konfrontasi Malaysia dan Operasi Penumpasan PGRS/Paraku. Dan harus diingat juga, bahwa garuda lambang negara Indonesia juga berasal dari Sintang. Milton Crosby menyatakan hal tersebut dalam acara tatap-muka dengan anggota DPD RI asal Kalimantan Barat (Kalbar), H. Ishaq Saleh, di Pendopo Bupati, hari Jumat (19/4).<br /><br />Anggota DPD RI yang hadir tunggal di Sintang ini, adalah salah seorang dari 4 orang anggota DPD RI utusan Kalbar yang terdiri dari; Maria Goreti; H. Ishaq Saleh; Hj. Hairiah dan Erma Suryani Ranik.<br /><br />Dalam sambutannya, Ishaq Saleh mengakui. Bahwa data dan persiapan Provinsi Kapuas Raya (PKR) sangat lengkap. Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Alm. Ny. Kadarwati Aspar Aswin ini berjanji. Bahwa laporan Bupati Sintang akan dibawa kedalam Rapat Kerja Komite I dan akan dibawa juga ke Kaukus Parlemen DPD-DPR RI.<br /><br />“Saat ini untuk pemekaran wilayah, pintu masuknya di DPD RI”, ucapnya.<br /><br />Tentang KPR, Ishaq Saleh menjelaskan kepada wartawan, bahwa prosesnya tetap harus procedural dan normatif. Dan saat ini, persoalan hanya terganjal oleh Rekomendasi Gubernur, sementara persyaratan harus adanya Rekomendasi Gubernur itu sudah aturan.<br /><br />Ketika ditanya, pressure seperti apa yang dapat dilakukan di pusat sana. Contohnya seperti yang kerap dilakukan oleh masyarakat Papua. Menurut mantan tokoh BPD Gapensi Kalbar ini, pressure dapat saja dilakukan, namun tetap saja setelah mengantungi Rekomendasi Gubernur.<br /><br />“DPD RI hanya dapat membawa persoalan ini ke DPR RI, kemudian mendorong agar cepat diproses”, tegasnya pula.<br /><br />Acara tatap muka ini terbilang singkat dan padat. Karena hanya terdiri dari presentasi oleh Milton Crosby, arahan dari Ishaq Saleh, dan dialog. Seusai acara di Pendopo Bupati, Milton Crosby membawa Ishaq Saleh untuk meninjau Gedung Kantor Gubernur Kapuas Raya, Rumah Sakit Rujukan, dan kemudian terakhir mengunjungi Museum Kapuas Raya. <strong>(das/Luc)</strong></p>

















