Menyebarnya isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan pemerintah per 1 Januari 2012 mengakibatkan antrian panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai tempat di Kalimantan Selatan. <p style="text-align: justify;">"Sejak adanya isu kenaikan BBM, maka premium dan solar mulai langka," kata beberapa pengantri BBM di SPBU Jalan A Yani KM 17 Liang Anggang, 17 kilometer utara Banjarmasin, Senin.<br /><br />Antrian panjang tersebut bukan saja terlihat di beberapa SPBU di sepanjang Jalan Trans Kalimantan tersebut, namun juga hampir terjadi di seluruh SPBU Banjarmasin.<br /><br />Menurut seorang petugas di SPBU Km 17 Banjarmasin, antrian panjang ini memang sudah terjadi seusau hari raya kurban, terutama setelah adanya isu kenaikan BBM Rp1.000 dari sekarang baik jenis premium maupun solar.<br /><br />Setelah adanya isu kenaikan tersebut memang diakuinya suplai BBM ke SPBU di mana ia bertugas juga seret dan tidak normal seperti sediakala.<br /><br />"Dulu kedatangan mobil tanki dari Pertamina ke ke SPBU di sini seharinya antara empat hingga lima kali, tetapi sekarang ini hanya sekitar dua hingga tiga kali sehari," katanya.<br /><br />Menurutnya dulu saja saat suplai mobil tanki Pertamina masih antara empat dan lima kali sehari, tetap saja kekurangan melayani pembeli. apalagi sekarang hanya antara dua dan tiga kali mobil tanki sehari mana cukup itulah yang menyebabkan anrian panjang, tuturnya.<br /><br />Apalagi SPBU di Km 17 ini termasuk SPBU besar yang menjadi tujuan para pengendara kendaraan bermotor untuk mengisi bahan bakarnya.<br /><br />Berdasarkan pemantauan akibat seretnya suplai BBM di SPBU banyak pengendara membeli premium dan solar di pinggir jalan, dimana para pedagang eceran cukup menjamur di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya, walau selisih harga antara Rp500 hingga 1000,- per liter lebih mahal di eceran. <strong>(phs/Ant)</strong></p>


















