Home / Tak Berkategori

Isu Kenaikan BBM Akibatkan Antrian Di SPBU

- Jurnalis

Senin, 21 November 2011 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyebarnya isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan pemerintah per 1 Januari 2012 mengakibatkan antrian panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai tempat di Kalimantan Selatan. <p style="text-align: justify;">"Sejak adanya isu kenaikan BBM, maka premium dan solar mulai langka," kata beberapa pengantri BBM di SPBU Jalan A Yani KM 17 Liang Anggang, 17 kilometer utara Banjarmasin, Senin.<br /><br />Antrian panjang tersebut bukan saja terlihat di beberapa SPBU di sepanjang Jalan Trans Kalimantan tersebut, namun juga hampir terjadi di seluruh SPBU Banjarmasin.<br /><br />Menurut seorang petugas di SPBU Km 17 Banjarmasin, antrian panjang ini memang sudah terjadi seusau hari raya kurban, terutama setelah adanya isu kenaikan BBM Rp1.000 dari sekarang baik jenis premium maupun solar.<br /><br />Setelah adanya isu kenaikan tersebut memang diakuinya suplai BBM ke SPBU di mana ia bertugas juga seret dan tidak normal seperti sediakala.<br /><br />"Dulu kedatangan mobil tanki dari Pertamina ke ke SPBU di sini seharinya antara empat hingga lima kali, tetapi sekarang ini hanya sekitar dua hingga tiga kali sehari," katanya.<br /><br />Menurutnya dulu saja saat suplai mobil tanki Pertamina masih antara empat dan lima kali sehari, tetap saja kekurangan melayani pembeli. apalagi sekarang hanya antara dua dan tiga kali mobil tanki sehari mana cukup itulah yang menyebabkan anrian panjang, tuturnya.<br /><br />Apalagi SPBU di Km 17 ini termasuk SPBU besar yang menjadi tujuan para pengendara kendaraan bermotor untuk mengisi bahan bakarnya.<br /><br />Berdasarkan pemantauan akibat seretnya suplai BBM di SPBU banyak pengendara membeli premium dan solar di pinggir jalan, dimana para pedagang eceran cukup menjamur di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya, walau selisih harga antara Rp500 hingga 1000,- per liter lebih mahal di eceran. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan
Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025
Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H
Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:44 WIB

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:07 WIB

Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:20 WIB

Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB