Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) akan menurunkan 458 personel polisi untuk mengamankan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PPU menjelang rapat pleno rekapitulasi suara pemilihan kepala daerah setempat. <p style="text-align: justify;">Kapolres PPU AKBP Sugeng Utomo, Rabu (1/5), menegaskan, Polres PPU telah menyiapkan 458 personel yang terdiri dari Brimob dan Sabhara Polda Kaltim serta personel Polres PPU, untuk melakukan pengamanan di Kantor KPU Kabupaten PPU hingga saat rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami sudah siap memberikan pengamanan. Anggota juga telah siap saat pleno rapat pleno rekapitulasi suara Pilkada, Kamis (2/5)," kata Kapolres.</p> <p style="text-align: justify;">Selain akan menurunkan personel , lanjut Sugeng Utomo, dalam pengamanan tersebut, juga akan menyiagakan mobil water canon dan barracuda, serta sepeda motor penghalau massa.</p> <p style="text-align: justify;">"Sejumlah kawat berduri, juga sudah disiapkan disejumlah titik guna menghindari hal-hal tidak diinginkan. Dan sejak memasuki tahapan Pilkada Polres telah menempatkan sejumlah personel untuk menjaga KPU," kata Kapolres.</p> <p style="text-align: justify;">Mengenai adanya aksi dari simpatisan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (cabup dan cawabup), Sugeng Utomo mengaku, pihaknya sampai sekarang belum menerima surat pemberitahuan tentang adanya aksi di KPU Kabupaten PPU.</p> <p style="text-align: justify;">Kapolres Sugeng Utomo menilai masyarakat PPU selama ini, sudah cukup dewasa dalam berpolitik, sehingga dalam proses Pilkada tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami juga ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat, karena telah menjaga PPU tetap kondusif selama Pilkada," ujar Kapolres. <strong>(phs/Ant)</strong></p>


















