Jalan Desa Ulak Pauk-Martinus Tak Kunjung Diperhatikan

oleh
oleh

Kondisi jalan Desa Ulak Pauk menuju Banua Martinus sebagai Ibu Kota Kecamatan Embaloh Hulu hingga saat ini masih memprihatinkan , bertahun-tahun masyarakat Desa Ulak-Pauk harus melewati jalan setapak dan berlumpur untuk menuju Banua Martinus, tidak hanya Desa Ulak Pauk sejumlah Kampung disekitarnya juga mengeluhkan hal yang sama, bahkan masyarakat setempat rela gotong royong menimbun dan membuaut jembatan secara suka rela, sementara perhatian Pemerintah hingga saat ini belum ada. <p style="text-align: justify;">“Hingga saat ini Kami masih menunggu perhatian pemerintah, padahal pejabat Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sudah pernah berkunjung ke Desa Ulak Pauk, bahkan dalam lomba Desa, Ulak pauk menjadi juara I, sementara infrastruktur jalannya tak kunjung diperhatikan,” tutur Marselus salah satu warga Desa Ulak-Pauk ketika menghubungi kalimantan-news.com, Selasa (24/07/2012).<br /><br />Dijelaskannya, sudah berkali-kali masyarakat Desa Ulak Pauk bersama sejumlah warga Kampung disekitarnya melaksanakan kerja bakti untuk memperbaiki jalan tersebut, namun tidak bisa mengubah rusaknya jalan yang dihiasi lupur. <br /><br />“Jika tidak paham medan jalan tersebut, motor akan amblas, dulu mobil bisa masuk, tetapi karena jembatan Sungai Tamao roboh jadi kendaraan roda empat tidak bisa masuk, dan saat ini kondisi jalan tersebut ibatarkan jalan setapak,” jelasnya.<br /><br />Bahkan kata Marselus, baru-baru ini masyarakat Desa Ulak-Pauk mengumpulkan uang, untuk membangun jembatan yang menghubungkan jalan Ulak pauk menuju jalan Apan, sehingga saat ini warga Desa Ulak Pauk kebanyakan memilih melewati jalan Apan, ketimbang jalan Ulak Pauk-Martinus, itupun kata Marcelus kondisinya sama rusak.<br /><br />“Kondisi jalan Ulak Pauk-Apan dan Ulak Pauk-Martinus sama-sama memprihatinkan, Kami sangat mengharapkan Pemkab Kapuas Hulu melakukan pemerataan pembangunan, bertahun-tahun jalan Kami ini tidak pernah diperhatikan, kalau dibilang kecewa, cukup kecewa juga, sebab jalan Kami ini selalu dijanji-janjikan untuk dibangun, tetapi kenyataannya, malah masyarakat sendiri yang berupaya bergotong royong, padahal Kami juga ingin merasakan akses transportasi jalan  lancar seperti Daerah-daerah lainnya,” ungkapnya.<strong> (phs)</strong></p>