Jalan Ditimbul Manual, Warga Lapor Ke Ketua Dewan

oleh

Sebagaimana diketahui bersama, kerusakan jalan Provinsi antara Sayan ke Tanah Pinoh (Kora Baru) bahkan ke Sokan, sudah sangat rusak parah, yang mana sangat menyengsarakan masyarakat di 4 kecamatan yakni Sayan, Tanah Pinoh, Sokan dan Tanah Pinoh Barat. Namun begitu, beberapa minggu ini pemerintah provinsi sudah mulai melakukan perbaikan, namun sangat disayangkan, penimbunan jalan masih menggunakan cara manual. <p style="text-align: justify;">“Kita sudah melakukan pertemuan minggu lalu terkait penimbunan jalan tersebut, dalam pertemuan itu masyarakat minta penimbunan dilakukan dengan menggunakan alat berat. Namun kenyataan dilapangan, pekerjaan penimbunan itu dikerjakan secara manual mengguanakan cangkul,” ungkap Romo Sirferius Y Orwan, ditemui saat menyampaikan keluahannya ke ketua DPRD Melawi belum lama ini.<br /><br />Lebih lanjut Ia mengatakan, menurutnya penimbunan kerusakan jalan yang membuat semua masyarakat teriak dengan menggunakan cangkul menurutnya sangat ironis.  <br /><br />“Jelas tidak akan mengubah secara signifikan kerusakan tersebut, dan masih saja mengalami kesulitan karena kerusakan masih parah,” ucapnya.<br /><br />Pria yang juga seorang Pastor Paroki yang bertugas membawahi 4 kecamatan jalur Sungai Pinoh itu mengatakan, seharusnya jika memang anggaran tidak cukup, pihak pelaksana ataupun pemerintah Provinsi bisa berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten agar pelaksanaannya menggunakan alat yang memadai.<br /><br />“Jika menggunakan alat yang memadai dan standar, tentu proses penimbunan jalan tersebut lebih cepat dan ketahanannyapun sedikit lebih tahan. Memang kita akui, pekerjaan material penimbunan sudah berjalan, namun yang menjadi pertanyaan kami, memadai tidak jika hanya menggunakan cangkul,” ujarnya. <br /><br />Ia bersama masyarakat meminta siapapun yang mengerjakannya, haruslah bekerja dengan sungguh-sungguh, bukan hanya sekedar saja yang menyenangkan hati masyarakat sesaat saja. <br /><br />“Timbunlah dengan bagus agar bisa digunakan dengan waktu yang lama. Saya rasa pemerintah juga harus mengkoreksi itu,” paparnya.<br /><br />Sementara itu, Ketua DPRD Melawi, Abang tajudin mengatakan, berkaitan dengan apa yang disampaikan masyarakat, menurutnya memang tidak layak jika kerusakan jalan yang sangat parah tersebut hanya diperbaiki dengan penimbunan yang pelaksanaan penimbunan itu sendiri menggunakan cangkul.<br /><br />“Jadi gunakanlah alat yang memadai. Masyarakatpun tidak memilih siapa yang mengerjakannya. Asalkan pengerjaannya dengan sungguh-sungguh dengan bagus. Sehingga setelah perbaikan, tidak menyulitkan masyarakat lagi,” pungkasnya. (KN)</p>