Akses jalan menuju pusat Kota Singkawang, Senin pagi, ditutup karena terkait perayaan Festival Cap Go Meh tahun 2012. <p style="text-align: justify;">Ratusan tatung dan ribuan pengiringnya sudah berjalan dari Stadion Kridasana menuju Jalan Diponegoro tempat perayaan tersebut digelar.<br /><br />Jalan yang menjadi pusat perdagangan di Kota Singkawang itu dibangun tribun khusus untuk tamu-tamu undangan.<br /><br />Tatung-tatung tersebut akan menuju kelenteng yang menjadi pusat doa para tatung yakni Vihara Tri Dharma Pusat Kota Singkawang yang terletak di kawasan utama perdagangan kota berjuluk "Seribu Kelenteng" itu.<br /><br />Akses jalan yang ditutup diantaranya Jalan Kalimantan, Jalan Nusantara, Jalan Saman Bujang, Jalan Niaga, Jalan Sama-sama, dan Jalan Selamat Karman.<br /><br />Di Jalan Yohana Godang, juga terjadi kemacetan dari kendaraan arah luar kota karena tertutup oleh rombongan tatung.<br /><br />Selain dalam kota, tatung-tatung yang beratraksi berasal dari kota-kota di sekitar Singkawang seperti Pemangkat, Sungai Raya, Samalantan, Monterado dan Sungai Duri.<br /><br />Tatung merupakan sebutan bagi orang yang mempunyai kemampuan kebal senjata tajam. Tidak hanya dari kalangan Tionghoa saja, ada dari etnis Dayak atau suku lain yang tidak sengaja menjadi tatung.<br /><br />Di masa lalu, ketika Singkawang masih kota kecil dan menjadi pusat ekonomi di pesisir Kalbar terutama perdagangan dan emas, terjadi wabah.<br /><br />Akhirnya tatung berdoa dan mengucapkan mantra sambil berkeliling kota. Tradisi itu berlanjut terus hingga kini.<br /><br />Peristiwa itu bertepatan dengan hari ke-15 Imlek atau Cap Go Meh. Perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang berbeda dengan kota lain karena adanya pertunjukkan tatung tersebut.<br /><br />Sekretaris Panitia Festival Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Bong Ci Nen mengatakan, sebanyak 762 tatung akan beratraksi mengelilingi Kota Singkawang pada puncak perayaan Festival Cap Go Meh tahun ini. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











