Jalan M. Nawawi Longsor Dewan Prihatin

oleh

Longsornya agian badan jalan M Nawawi Desa Paal, membuat Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Melawi, Ardeni merasa prihatin. Ia meminta Bupati untuk segera memerintahkan instansi terkait menangani dan memperbaiki jalan tersebut. <p style="text-align: justify;"><br />“Inikan jalan yang selalu digunakan masyarakat selama ini. Kondisi ini sudah termasuk urgen dan masuk kategori bencaana karena lokasinya di pinggir sungai, sehingga harus segera diperbaiki,” katanya saat menghubungi melalui via seluler, Minggu lalu.<br /><br />Lebih lanjut Ia mengatakan, kondisi jalan yang longsor juga tidak terlepas dari kondisi alam. Terlebih jalan yang berada di bibir sungai. “Kondisi cuaca sekarang inikan musim hujan, terkikisnya tanah hingga terjadi longsor juga bisa akibat air yang pasang surut. Juga bisa terkikis karena hujan,” paparnya.<br /><br />Terlebih, katanya, gorong-gorong di lokasi jalan yang longsor ada yang pecah, sehingga aliran air tidak terarah dan mengikis bagian tanah tempat jalan tersebut bertahan. Sehingga ketika baraunyapun tak kuat menahan, tanahnya longsor.<br /><br />“Jalan inikan keberadaannya di dalam kota. Jika jalan yang longsor ini tidak juga diperbaiki, maka bisa-bisa putus jalan ini. bisa jadi rumah warga yang berada di dekan jalan ini juga akan ikut longsor. Tapi jangan sampai hal itu terjadi, maka dari itu pemerintah harus bergegas segera memperbaikinya,” ucapnya.<br /><br />Menurut Ardeni, jalan didalam kota juga menjadi patokan wajah pembangunan Melawi. Jika jalan didalam kota saja sulit untuk memperbaikinya, maka penilaian masyarakat bisa negative. “Jadi kita minta segeralah memperbaikinya. Apakah itu menggunakan dana UPJJ, atau dana bencana atau dana lain, yang penting jalan tersebut diperbaiki,” paparnya.<br /><br />Sebelumnya, Yusuf warga yang tinggal tak jauh dari lokasi jalan longsor tersebutmengatakan, kondisi jalan tersebut sudah mulai longsor sejak Januari lalu, namun belum begitu parah hingga merobohkan sebagian badan jalan seperti saat ini.<br /><br />Yusuf mengatakan, jalan yang longosr tersebut sudah ke sekian kalinya, setelah diperbaikinya sejak tahun 2015 lalu. Namun pekerjaannya yakni pemasangan turap tak juga dibayar hingga saat ini. <br /><br />“Sampai jalan ini longsor lagi, turap saya belum juga dibayar. Terkait Longsornya jalan ini, kami sudah menyurati secara resmi ke Dinas PU. Namun tidak juga ada perbaikian. Apa tunggu ada korban yang mati baru diperhatikan,” ungkapnya.<br /><br />Lebih lanjut Yusuf mengatakan, lonsornya jalan itu sudah sepanjang kurang lebih 15 meter, sementara lebarnya yang sudah longsor sudah sekitar 2 meter. Lama kelamaan jalan tersebut akan putus jika tidak diperbaiki segera. <br /><br />“Kerusakan ini semakin parah ketika gorong gorong dibawan ini pecah. Jdi longsorpun terjadi,” ucapnya. (KN)</p>