Jalan Rusak Parah Masyarakat Tanam Pisang Di Tengah Jalan

oleh

Kondisi ruas jalan sepanjang kurang lebih 37 KM yang menghubungkan Nanga Mau kecamatan Kayan Hilir dengan Nanga Tebidah kecamatan Kayan Hulu mengalami kerusakan yang sangat parah. Saat ini, ruas jalan tersebut tidak lagi bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, kecuali dengan model khusus. <p style="text-align: justify;">Hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melewati jalan tersebut, itupun dengan tambahan waktu tempuh yang cukup lama. Apalagi bila jalan habis diguyur hujan.<br /><br />Tentang kerusakan jalan dikawasan tersebut memang telah kerap kali dikeluhkan oleh masyarakat di bagian selatan kabupaten ini. <br /><br />Namun karena hingga saat ini tak juga kunjung mendapatkan respon dari pemerintah, mayarakat melakukan protes dengan melakukan penanaman beberapa jenis tumbuhan sejumlah ruas jalan tersebut. Sebut saja pisang, kelapa, keladi dan jenis tumbuhan berpohon lainnya.<br /><br />“Kita berharap pemerintah bisa melihat hal ini. karena kerusakan jalan di kawwasan selatan ini telah memberikan dampak negatif yang luar biasa bagi masyarakat. Baik kesehatan maupun perekonomian,”ungkap Yustandi, warga Nanga Tebidah pada kalimantan-news belum lama ini.<br /><br />Dari segi ekonomi, menurutnya biaya angkut berbagai kebutuhan masyarakat tentu saja akan meningkat. Dampaknya taka ada lain maka pedagang tentu saja akan menaikan harga barang yang dijual. Jikapun transportasi barang dilakukan melalui air (sungai), maka dampaknya tetap sama. Sebab saat ini bahan bakar untuk keperluan motor air masih kategori susah di dapat dan harganya masih tinggi.<br /><br />Sedangkan dari segi kesehatan, pasien yang memerlukan rujukan lebih lanjut ke RSUD Sintang juga akan sulit dibawa melalui jalur darat. Sebab jangankan ambulance, truk pengangkut bahan kebutuhan masyarakat atau pengangkut hasil bumi masyarakat juga tidak bisa melalui jalan tersebut.<br /><br />“Kedalaman di sejumlah titik jalan ada yang mencapai satu meter. Truks saja tidak berani lewat, apalagi mobil ambulance,”katanya.<strong> (phs)</strong></p>