Jalan Rusak Parah, Pertumbuhan Ekonomi Desa Kuala Tiga Terhambat

oleh

“Wajar saja kami menerima masuknya perusahaan perkebunan kelapa sawit, berharap jalan bagus dari pemerintah entah sampai kapan, kami yakin jalan bagus, perekonomian masyarakat akan meningkat,” <p style="text-align: justify;">Dusun Jelimpau di Desa Kuala Tiga Kecamatan Tempunak adalah kampung tertua di kecamatan itu, namun masih sangat minim perhatian dari pemerintah daerah, jalan yang rusak berdampak pada pemenuhan kebutuhan pokok dan mobilitas masyarakat lainnya.<br /><br />Kepala Desa Kuala Tiga, Yak Subari membenarkan salah satu kampung tua di Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang ada Dusun Jelimpau.<br /><br />“Namun bisa lihat sendiri, kampung kami masih jauh dari sentuhan pembangunan, jalan desa rusak dimana-mana,” kata Yak Subari, saat ditemui kalimantan-news di kediamannya Dusun Jelimpau, Desa Kuala Tiga Kecamatan Tempunak.<br /><br />Bahkan, ketika banjir melanda, semua aktivitas kehidupan dikawasan itu terhenti, penduduk tidak bisa pergi kemana-mana kecuali menggunakan jalur sungai termasuk untuk kebutuhan berobat ke puskesmas atau rumah sakit.<br /><br />“Kalau banjir datang, anak-anak terpaksa libur sekolah hingga beberapa hari karena selain jalannya ikut tenggelam, sekolahnya juga tergenang air,, setahun bisa tiga empat kali banjir,” ujarnya <br /> <br />Untuk mencapai Desa Kuala Tiga sebenarnya ada banyak jalur yang bisa dilalui baik darat maupun sungai, sedikitnya ada tiga pintu akses jalan darat yang bisa mencapainya. Namun kondisi semua jalur darat itu tidak karuan sehingga dengan jarak sekitar 70 kilometer dari ibukota Kabupaten Sintang, waktu tempuhnya bisa mencapai dua hingga tiga jam bahkan lebih terutama ketika curah hujan dikawasan itu tinggi.<br /><br />Penghasilan utama masyarakat desa ini adalah karet, ada juga hasil lainnya berupa tengkawang yang musiman namun hasilnya juga cukup banyak. Selain itu di desa ini juga dikenal sebagai penghasil durian. Durian Kujau karena berada di kawasan bukit Kujau, sudah cukup lama dikenal warga Sintang. <br /><br />Untuk akses listrik, sejak negeri ini merdeka hingga sekarang, masyarakat belum pernah merasakan setrum milik PLN, namun peluang untuk menikmati penerangan bertenaga surya akhirnya diperoleh beberapa tahun lalu, meskipun awal pengadaannya menjadi polemik hingga berujung pada proses hukum hukum, namun solar sel yang terpasang di hampir semua rumah warga seakan menjadi pelepas dahaga warga terhadap akses penerangan di malam hari.<br /><br />Kembali pada soal jalan, Yak Subari mengatakan akses menuju dusun jelimpau dan dua dusun lainnya yaitu Mulet dan Meraya, rata-rata kondisi jalannya rusak parah dan sangat sulit dilalui terutama ketika musim hujan.<br /><br />“Wajar saja kami menerima masuknya perusahaan perkebunan kelapa sawit, berharap jalan bagus dari pemerintah entah sampai kapan, kami yakin dengan jalan yang bagus, perekonomian masyarakat akan meningkat,” ujarnya.<br /><br />Pada tahun 2008, pernah dibuatkan rabat beton sepanjang 1,3 kilometer dari Dusun Melimbu Desa Kupan Jaya menuju Dusun Jelimpau Desa Kuala Tiga, jalan yang hanya selebar 1 meter itu menjadi urat nadi mobilitas masyarakat meskipun ketika banjir melanda, jalan itu tenggelam oleh air.<br /><br />“Jalan itu urat nadi kehidupan masyarakat disini, dilalui anak-anak sekolah dan akses menuju puskesmas bahkan menuju ibukota kabuipaten,” kata dia.<br /><br />Namun sekarang kondisinya cukup parah, kubangan disejumlah titik, sementara jembatannya juga sudah mau ambrol meskipun masih bisa dilalui dengan sangat berhati-hati.<br /><br />Terhadap kerusakan itu, warga pun berinisiatif membuatkan jembatan darurat berupa sekeping papan diatas kubangan dijalan agar mudah dilalui sepeda motor.<br /><br />“Waktu itu kami memperoleh dana dari pemerintah untuk membuat jalan, dengan dana seadanya kami upayakan jalan ini bisa selesai hingga ke Dusun Jelimpau, ketika itu pengerjaan jalan memang benar-benar swadaya tanpa digaji,” kata Fauzi Hasani, Kepala Puskesmas Jelimpau ditemui di kantornya Desa Kupan Jaya.<br /><br />Ia sebelumnya pernah lebih 10 tahun bertugas di Puskesmas Pembantu Desa Kuala Tiga di Jelimpau sehingga paham betul susah senang tinggal di desa itu.<br /><br />“Dahulu, untuk keluar ke Melimbu saja butuh perjuangan ekstra karena jalan rabat beton itu belum ada, sejak dibangun akses masyarakat untuk ke jalan poros kecamatan jadi mudah, tetapi bisa lihat sendirilah kondisinya sekarang,” tukasnya.<br /><br />Ia memperoleh informasi tahun ini untuk jalan poros kecamatan dari Melimbu ke Bindang sekitar 15 kilometer akan segera diperbaiki.<br /><br />“Sebenarnya untuk ke ibukota kabupaten, dari Jelimpau lebih dekat lewat Bindang kalau kondisi jalannya bagus, sekarang memang sedang rusak parah, karena setelah Bindang, sudah masuk jalan poros perkebunan sawit yang sangat mudah dilalui karena kondisinya baik,” imbuhnya. <strong>(phs)</strong></p>