Jalan Rusak, Warga Balai Agas Ancam Golput Pilkada 2015

oleh

Sebanyak belasan warga dari Desa Balai Agas mendatangi kantor DPRD Melawi. Rabu (7/10). Kedatangan mereka mempertanyakan informasi anggaran yang disetujui Provinsi sebanyak Rp. 2,5 Milyar, untuk perbaikan Jalan menuju ke Balai Agas sejak Januari 2015 lalu. <p style="text-align: justify;">Hingga kini anggaran itu tidak ada kejelasannya, tender  tidak juga dilakukan, apalagi pelaksanaan dilapangannya. Kedatangan belasan warga itu disambut oleh Anggota DPRD yang berasal dari Kecamatan Belimbing, yakni Malin, Kontansius Pose dan Oktavianus. <br /><br />Angas selaku tokoh masyarakat Balai Agas menyampaikan, pihaknya mendatangi DPRD untuk menyampaikan aspirasi dan mempertanyakan anggaran itu.  <br /><br />“Kami mendapat informasi angaran yang dikucurkan provinsi tersebut sudah disetujui sejak Januari 2015, dan anggaran itu di pos kan di Dinas PU. Jadi kami mempertanyakan kapan lagi mau pelaksanaannya, dan kenapa tidak dilaksanakan,” ungkapnya. <br /><br />Lebih lanjut Angas mengatakan, aapakah di Melawi ini masih ada ina PU. Jika ada apa pekerjaan mereka hingga pelaksanaan perbaikan jalan ke Balai Agas ini tidak juga terealisasi. <br /><br />“Apa dinas PU di Melawi ini masih ada. Kami selama 12 tahun Melawi ini menjadi kabupaten, kami Warga Desa Balai Agas merasa dianaktirikan oleh pemerintah,” tanyanya.<br /><br />Dikesempatan yang sama Ketua BPD, Sultekno menambahkan, Balai Agas sudah lama mendambakan perbaikan jalan. Beberapa kali diusulkan ke pemerintah Kabupaten Melawi namun belum juga disetujui. <br /><br />“Jadi kami mengusulkan ke Provinsi melalui Anggota DPRD, dan Anggaran diajukan disetujui. Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa belum juga dilaksanakan,” paparnya.<br /><br />Sultekno mengatakan, apabila pemerintah tidak segera melaksanakan tender dan melaksanakan perbaikan jalan tersebut, maka warga di Desa Balai Agas tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada alias golput. <br /><br />“Jumlah jiwa disana kurang lebih 2.000 jiwa, sementara jumlah pemilih kurang lebih 1.300. jika tidak direalisasikan, kami akan sepakat golput,” ceetusnya.<br /><br />Kondisi jalan menuju ke Desa Balai Agas saat ini sangat memprihatinkan. Sehingga kondisi tersebut mempengaruhi roda perekonomian masyarakat hingga membuat ekonomi masyarakat disana terpuruk.<br /><br />“Dengan kondisi jalan seperti ini, sangat berdampak kepada ekonomi kami. Harga Gula disana saja Rp. 20.000 per kilogram. Untuk beras jika di Nanga Pinoh ini beras yang paling murah Rp. 11 ribu, maka di Balai Agas yang paling murah itu Rp. 15 ribu. Sementara harga karet disana Rp. 3 ribu perkilogramnya. Ini semua karena akses jalan yang tidak memadai,” paparnya.<br /><br />Dari hasil pertemuan tersebut, Anggota DPRD, Malin menyamaikan kepada masyarakat agar sebaiknya bisa datang lansung kee Pemerintah melawi dalam hal ini Dinas PU dan Penjabat Bupati. <br /><br />“Kami sudah membantu mengusulkan ke Provinsi, dan telah disetujui Januari lalu. Jadi baiknya pertanyaan itu disampaikan lansung ke pemerintah,” ucapnya.<br /><br />Balai Agas merupakan desa terpencil di Melawi. Untuk menuju dari Nanga Pinoh ke ke Desa Balai Agas, masyarakat harus berjuang melalui jalan dan jembatan yang sudah rusak parah, sehingga memakan waktu 6-8 jam. Yang lebih parahnya lagi, sejak Melawi dimekarkan, warga Desa Balai Agas yang ingin ke Nanga Pinoh harus mutar lewat kabupaten Sekadau. <br /><br />“Balai Agas bagian dari Melawi tapi harus lewat Sekadau, kan keterlaluan. Nah, sekarang akses jalan dari Sekadau sudah putus sehingga tidak bisa dilalui. Jadi terpaksa melalui jalan yang rusak parah tadi. Jika jalan ini juga putus, maka mau lewat mana lagi mereka. Sementara mereka ini juga masuk kabupaten Melawi,” cetusnya.<br /><br />Malin melanjutkan, selama ini sudah diajukan untuk perbaikan jalan ke Balai Agas melalui pemerintah Kabupaten, namun tidak pernah disetujui. Sehingga pihaknya lansung mengajukan ke provinsi, sehingga disetujui.<br /><br />“Kita Ajukan ke Provinsi, Oleh Gubernur menyetujuinya. Anggaran itu Rp. 2,5 Milyar. Namun sampai sekarang velum ada pelaksanaannya. Jangankan pengerjaan di lapangan, tender saja belum. Anggaran itu untuk perbaikan Upit ke Balai Agas dan ke Entebah. Itu sudah beers di provinsi, persoalannya di Melawi ini belum dilaksanakan. Jadi wajar kalau mereka mempertanyakan kenapa itu tidak direalisasikan, sementara mereka disana sangat mengharapkan itu agar perputaran ekonomi bisa lancar,” paparnya.<br /><br />Untuk itu, Malin berharapp, pemerintah bisa segera melaksanakan tender dan melaksanakan kegiatan perbaikan jalan ke Balai Agas tersebut. Mengingat jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, yang kapan saja bisa mempengaruhi ekonomi. <br /><br />Sementara Sekda Pemkab Melawi, Drs. Ivo Titus Mulyono mengatakan, bagaimana mau dilaksanakan, sebab APBD murni Melawi dilakukan sudah termasuk akhir tahun. sementara pada APBD Perubahan Anggarannya belum keluar, dan takutnya tidak terkejar. <br /><br />“Kalau dibatalkan sih tidak. barang itu sudah ada, dan sudah ditandatangani Gubernur lansung. jika tidak mampu menyerapnya di tahun ini, maka akan diserap di tahun 2016,” katanya.<br /><br />Secara teknis, Kasi Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Melawi, A. Joko Waluyo mengatakan, Bantuan Provinsi (Banprov) yang masuk ke Melawi untuk peningkatan jalan itu ada sekitar belasan Milyar. Namun semuanya tidak mampu menerapnya di tahun 2015, sebab APBD murni dilaksanakan sudah mendekati akhir tahun. Sementara untuk dilaksanakan di APBD Perubahan juga tidak akan bisa terkejar. <br /><br />bantuan provinsi yang mendapatkan Anggaran besar yakni peningkatan jalan ke Balai Agas sebanyak Rp, 2,5 Milyar, kemudian Landau Mungbung menuju ke Keruap ada Rp. 1,5 Milyar, peningkatan Semalang ke Penyuguk Rp. 2,5 Milyar, peningkatan ke batu Kipas Bemban Kecamatan Ella Hilir Rp. 1,5 Milyar. kemudian Dusun Pauk ke Entebah Rp. 1 Milyar, kemudian peningkatan jalan di Kecamatan Menukung itu Rp. 3 Milyar.<br /><br />“Perencanaanya memakan waktu kurang lebih satu bulan, begitu juga proses lelangnya, memakan waktu kurang lebih satu bulan. Jadi tidak bisa dilaksanakan di APBD P. Maka akan kita laksanakan di tahun 2016. Namun perencanaannya tetap kita laksanakan di APBD P 2015,” ucapnya.<br /><br />waktu yang mepet membuat pihak pemerintah tidak berani mengambil resiko untuk melaksanakannya di APBD tahun 2015 dan APBD P 2015. terlebih bantuan provinsi untuk peningkatan jalan di Melawi ini dianggarkan milyaran semua. “Kan tidak mungkin kita laksanakan sekarang,” ucapnya. (KN)</p>