Jalan Sanggau Dapat Kucuran APBN Rp10 Miliar

oleh
oleh

Pemerintah Kabupaten Sanggau sedang melakukan pelebaran jalan dari Kota Sanggau hingga Sekadau I dengan menggunakan anggaran dari APBN yang didapat sebesar Rp10 miliar. <p style="text-align: justify;">"Saat ini jalan tersebut memang dalam pengerjaan. Tahap tersebut pun berjalan sukses berkat dukungan dari semua pihak terutama warga yang terkena langsung dampak pelebaran tersebut," kataCamat Kapuas, Meron, di Sanggau, Senin.<br /><br />Dia mengatakan pelebaran jalan tersebut dilakukan setelah proses pembebasan tanah warga di pinggir jalan yang sebelumnya telah disosialisaikan oleh Pemkab Sanggau sejauh sekitar 2,30 kilometer dengan lebar 12 meter. <br /><br />Pengerjaan jalan tersebut dilakukan dari Kota Sanggau yakni Jalan Kini Balu Tanjung Kapuas menuju Segole yang merupakan tahap awal pembangunan jalan alternatif ke Penyeladi hingga Kabupaten Sekadau. <br /><br />"Pelebaran jalan tersebut menghabiskan biaya Rp10 miliar dari dana APBN melalui usulan musrenbang," tuturnya.<br /><br />Dia mengatakan, hal tersebut patut disyukuri karena pemkab Sanggau mampu mendapatkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan pelebaran jalan tersebut.<br /><br />"Untuk tahun 2013 akan dilanjutkan hingga tembus ke Desa Penyeladi yang biayanya belum dipastikan," katanya.<br /><br />Sementara itu, lanjutnya, untuk biaya ganti rugi bangunan rumah yang tergusur akibat pelebaran jalan itu juga sudah diantisipasi oleh Pemkab Sanggau.<br /><br />"Soal itu akan dilaporkan ke Bupati dan disampaikan kepada DPRD apakah akan dilakukan penggantian yang sewajarnya melalui APBDP tahun 2013, harapan saya warga mendukung upaya pembangunan tersebut," tuturnya. <br /><br />Sementara itu, Lurah Tanjung Sekayam, Ade Hasbullah mengatakan bahwa warganya yang terkena dampak langsung pelebaran jalan tersebut berjumlah 97 pemilik tanah dan saat ini sedang dilakukan pengukuran.<br /><br /> "Ya, mau tak mau saya mesti turun langsung di lapangan untuk mengetahui keakuratan data," tutur Ade. <br /><br />Ditempat yang sama, direktur pelaksana proyek, PT. Anugrah Bayuarya Perkasa selaku kontraktor, Sukadi, bahwa proyek tersebut akan memakan waktu lebih kurang 210 hari kerja terhitung pada tanggal 15 Maret 2012. <br /><br />"Kita usahakan lebih cepat dari target tersebut, yang penting pembebasan lahan wargasudah oke," tuturnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>