Jalan Tempunak Hulu Rusak Parah

oleh

Kondisi kerusakan jalan poros daerah hulu Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang semakin parah. <p style="text-align: justify;">Lebih dari sepuluh titik kondisinya sudah tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Perekonomian masyarakat di daerah ini yang terdiri dari sembilan desa diantaranya Desa Merti Jaya, Desa Benua Kencana, Desa Mansik, Desa Riam Batu, Desa Jaya Mentari, Desa Pekulai Bersatu, Desa Sungai Buluh, Desa Gurung Mali, Desa Kupang Jaya dan Desa Nanga Entebah lumpuh. <br /><br />Akibatnya harga-harga barang kebutuhan hari-hari masyarakat setempat meroket. Sementara harga jual penghasilan komunitas masyarakat semakin menurun. <br /><br />“Kondisinya yang paling parah mulai awal bulan juni ini. Bulan lalu harga barang masih relatif stabil. Karena masih ada beberapa pedagang yang punya mobil double gardan memaksakan agar bisa turun bawa barang dagangannya.” Ujar Achuang salah satu pedagang di Desa Mansik, kepada Kalimantan-News.com Sabtu (07/6/2014). <br /> <br />Hal yang sama diungkapkan Yokobus B pedagang lainnya, mengaku dengan sangat terpaksa menjual barang-barang dagangnya lebih mahal dari hari-hari sebelumnya. <br /><br />Sedangkan harga beli komunitas masyarakat seperti karet berkisar antara Rp 6000 sampai dengan Rp 6500 perkilogramnya. Hal ini dikatakannya selain jatuhnya harga dipasaran, hal ini semakin diperparah dengan besarnya biaya angkut yang harus pedagang keluarkan. <br /><br />Pedagang harus nambah biaya angkut yang sebelumnya hanya satu kali bayar angkut, tapi sekarang dengan kondisi jalan saat ini pedagang harus bayar tukang ojek lagi sampai ke Begandong daerah dimana mobil angkutan barang hanya bisa masuk.<br /><br />Belum lagi meningkatnya hutang para pelangannya, membuat para pedagang semakin kewalahan mengimbangi harga jual barang. Berdasarkan pantau Kaalimantan-News.com dilapangan, beberapa harga kebutuhan pokok masyarakat, diantaranya harga beras dan gula pasir mencapai Rp 14000 sampai dengan Rp 15000 perkilogramnya, gas elpiji 3kg mencapai Rp 35000 pertabung. <br /><br />Sedangkan BBM, jenis solar Rp 14000 perliter, premiun Rp 12000 perliter sedang minyak tanah mencapai Rp 20000 perliernya. <br /><br />Dengan kondisi seperti ini masyarakat sangat berharap pemerintah segera mengambil tindakan yang nyata bukan hanya sekedar janji-janji yang sering kali disampaikan kepada masyarakat. <br />Karena menurut masyarakat setempat, masyarakat bukan memerlukan janji-janji pemerintah lagi melainkan tindakan nyatanya. <br /><br />“Kita sangat berharap dalam waktu dekat ini pemerintah melakukan perbaikan. Paling tidak dibeberapa titik yang parah sekali. Sehingga mobil angkutan barang dapat keluar masuk.” Harap Linus warga desa Benua Kencana.<br /><br />Linus menambahkan apabila dalam 2 sampai 3 minggu kedepan tidak ada perbaikan jalan, para pedang akan terancam kehabisan stok belanja. Dengan demikian masyarakat akan terancam kelangkaan sembako. <em><strong>(EH/das)</strong></em></p>