Jalur Buruk Jadi Persoalan Pendistribusi Logistik Pilkada

oleh

Distribusi logistik Pilkada menjadi kendala tetap yang akan hadapi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Melawi. <p style="text-align: justify;">Jalur buruk, arus sungai deras, bakal dihadapi oleh tim yang menyalurkan logistik kepentingan Pilkada ke masyarakat. <br /><br />Kondisi lapangan seperti ini sebenarnya sudah menjadi hal wajib dialami oleh tim penyelenggara Pemilu, agar masyarakat mendapatkan hak pilihnya sebagai warga negara. Meskipun telah terbiasa, bukan berarti menjadi mudah. <br /><br />Butuh kerja keras juga semangat yang besar untuk mengarungi infrastruktur seperti itu. Peran serta masyarakatpun terkadang menjadi senjata pamungkas agar distribusi logistik bisa sampai ke masyarakat.<br /><br />Ketua KPU Melawi, Julita mengatakan, kondisi jalur terparah dialami ketika tahun 2009 silam. Ketika itu sedang dilalukan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan anggota legislatif.<br /><br />Jalur daerah pemilihan (Dapil) 3 (Sintang-Melawi-Kapuas Hulu) ketika itu infrastrukturnya terputus. Namun apapun yang terjadi, tahapan penyelenggaraan harus tetap jalan sesuai jadwal. Logistik Pemilu harus didistribusikan dalam kondisi baik sampai ke masyarakat.<br /><br />"Akibatnya memang biaya besar. Masih sangat jelas diingatan saya masa-masa itu bagaimana kami berjuang agar logistik Pemilu bisa sampai ke masyarakat," katannya, Senin (23/9) diruang kerjannya.<br /><br />Buruknya instruktur kala itu mengakibatkan truk pengangkut logistik terperosok dan tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan. Tim harus memutar otak. Akhirnya ditemukan cara. Anggota tim menggunakan selakang atau tukang angkut yang berasal dari warga sekitar.<br /><br />"Jadi seperti estafet. Satu mobil menunggu di jalur aman. Tukang angkut satu persatu membawa barang ke sana. Saat itu kondisinya benar-benar sulit," kenangnya.<br /><br />Bantuan tidak hanya berasal dari warga dewasa yang ada disekitar. Pernah dalam satu kasus, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terpaksa harus meminta bantuan kepada anak sekolah untuk membantu membawa logistik. <br /><br />Sepulang mereka sekolah, secara bergotong royong mereka ikut membawakan logistik.Bagaimanapun caranya, yang terpikir hanya satu, logistik harus bisa sampai tepat waktu. Hal itu yang utama ada dipikiran para PPK saat itu.<br /><br />"Tidak ada halangan dan rintangan yang bisa dijadikan alasan. Apapun kondisinya kami harus optimis. Bisa dibayangkan bagaimana kecewanya masyarakat ketika hari H ternyata logistik belum sampai," tuturnya.<br /><br />Desa Balai Agas, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi merupakan daerah yang infrastrukturnya akan terputus disaat musim hujan tiba. Didaerah ini, dikatakan Julita, anggota KPU pernah gagal mengantarkan kotak yang akan digunakan untuk pemilihan. Didaerah ini lah yang nantinya akan menjadi perhatian khusus bagi KPU untuk penyaluran logistik sebelum tanggal 9 Desember nanti. Apalagi menurut perkiraan curah hujan akan sangat tinggi di bulan Desember nanti diwilayah Kabupaten Melawi.<br /><br />"Peran serta masyarakat akan sangat kami butuhkan di daerah ini nanti," katannya.<br />Selain Kecamatan Belimbing, kecamatan lain yang akan sulit untuk pendistribusian logistik di Kabupaten Melawi ada di wilayah Kecamatan Sokan, Nanga Pinoh Barat, Kecamatan Menukung dan Kecamatan Ella.<br /><br />"Daerah itu masuk dalam skala prioritas 1 untuk pendistribusian yang artinya akses sangat sulit," jelasnya.<br /><br />Sedangkan untuk skala prioritas 2, ada di Kecamatan Nanga Pinoh, Kecamatan Tayan dan Kecamatan Belimbing Hulu.<br /><br />"Belimbing hulu ini sekarang kondisinya sudah lumayan. Sudah ada akses yang dibuka, tidak seperti dulu. Makanya masuk dalam prioritas 2," katannya.<br /><br />Untuk aaes termudah, yakni prioritas 3 ada diwilayah Kecamatan Pinoh Selatan, Pinoh Utara dan Kota Melawi. (KN)</p>