Jalur Trans Kalimantan Melewati Sampit Makin Padat

oleh

Jalur Trans Kalimantan Poros Selatan, khususnya yang melintasi Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terlihat makin padat lalu lintas kendaraan pemudik. <p style="text-align: justify;">"Lalu lintas mulai ramai setelah salat subuh. Pemudik diperkirakan sengaja memilih waktu ini untuk menghindari cuaca panas di perjalanan yang bisa menguras stamina, apalagi saat ini mereka melakukan perjalanan jauh dalam keadaan berpuasa," kata Agus, salah seorang pemudik dari Sampit, Kamis.<br /><br />Dia mengaku memilih berangkat subuh supaya tidak kepanasan di jalan. "Jadi pagi hari sudah sampai Palangka Raya," ujarnya.<br /><br />Arus kendaraan roda empat dan roda dua cukup banyak menuju arah ke batas Kalimantan Selatan. Mengingat sebagian warga Kotim merupakan keturunan Banjar Kalimantan Selatan sehingga mereka umumnya mudik saat lebaran.<br /><br />Selain itu, ada sejumlah kabupaten dan kota yang dilalui di sepanjang jalur menuju batas Banjarmasin Kalimantan Selatan, yakni Katingan, Palangka Raya, Pulang Pisau dan Kapuas. Mereka yang ingin mudik ke kawasan Barito juga melalui jalur ini menuju Palangka Raya, kemudian menyeberangi Sungai Kahayan untuk menuju tempat tinggal mereka.<br /><br />Sementara itu, arus kendaraan menuju ke arah Kalimantan Barat juga tidak kalah ramai. Mereka diperkirakan mudik ke kampung halaman mereka karena jalur ini merupakan akses ke sejumlah kabupaten yakni Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara. Begitu pula jalan provinsi yang menghubungkan Kotim dan Seruyan juga cukup ramai.<br /><br />Tidak hanya pemudik yang menggunakan mobil dan angkutan umum, sebagian pemudik juga menggunakan kendaraan roda dua. Mereka umumnya berangkat berkelompok agar perjalanan tidak terasa melelahkan dan bisa saling membantu jika ada salah satu di antara mereka mengalami hambatan di perjalanan.<br /><br />"Kalau musim mudik lebaran ini jalan biasanya ramai jadi saya tidak takut pulang naik sepeda motor ke Kuala Pembuang (Seruyan). Saya sudah janjian dengan beberapa kawan yang sama-sama akan mudik," kata Caca, pemudik lainnya.<br /><br />Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan mengimbau pemudik untuk berhati-hati, terlebih bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua. Selain memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, pemudik juga harus memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit dan tidak memaksakan diri jika sedang sakit atau mengantuk.<br /><br />"Jangan membawa barang berlebihan karena bisa membahayakan. Jaga keselamatan dan patuhi aturan berlalu lintas, khususnya terkait peralatan keselamatan diri," harap Hendra.<br /><br />Untuk mengamankan perayaan lebaran, Polres Kotim sudah mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan untuk membantu masyarakat.<br /><br />"Di dalam kota ada delapan pos, di luar kota ada tiga pos. Untuk dalam kota, tahun lalu cuma ada enam pos, tahun ini ditambah menjadi delapan pos," kata Hendra.<br /><br />Delapan pos di dalam kota yaitu pos di Bundaran Adipura di Jalan Samekto, Bandara H Asan Sampit, Terminal Patih Rumbih, Taman Kota Sampit, Bundaran Favo, Terminal Penumpang Pelabuhan Sampit, Bundaran Balanga dan Kawasan Pelabuhan Mentaya.<br /><br />Dua pos tambahan yaitu di Bundaran Balanga dekat Islamic Center karena kawasan itu kini menjadi objek wisata baru sehingga perlu diawasi karena menjadi konsentrasi massa. Sementara pos baru di dalam terminal penumpang Pelabuhan Sampit karena kini ada pemberlakuan aturan pembatasan penumpang serta tiket sistem online sehingga perlu dikawal.<br /><br />Untuk tiga pos di kawasan luar kota, yaitu di pos kawasan Pos Polisi Sebabi, Pos Pelantaran dan objek wisata Ujung Pandaran. Pemilihan lokasi pembangunan pos didasarkan pada eskalasi kondisi keamanan di kawasan tersebut. (das/ant)</p>