Jangan Beli Bibit Karet Yang Tak Direkomendasikan Pemerintah

oleh

Bupati Sintang Milton Crosby mengingatkan masyarakat yang tertarik untuk menanam karet untuk tidak membeli bibit karet yang tidak direkomendasikan oleh pemerintah. Mengingat saat ini banyak sekali jenis bibit tanaman karet yang dijual di pasaran. antara lain jenis biji karet dari negara Malaysia. <p style="text-align: justify;">Hal ini diungkapkan bupati karena menurutnya hasil uji laboratorium dinas perkebunan provinsi menyatakan bahwa biji karet Malaysia tidak bagus.<br /><br />“Karena, mengandung penyakit  yang bisa merusak tanaman karet secara keseluruhan,” kata Milton.<br /><br />Ia pun menyarankan kepada masyarakat yang ingin melakukan pembibitan karet dari biji, hendaknya masyarakat membeli biji karet yang direkomendasikan oleh pemerintah. Sebab menurutnya jika biji karet yang ditanam oleh petani bukan yang direkomendasikan oleh pemerintah, maka biji karet tersebut dinyatakan ilegal. Apalagi, ada beberapa biji karet malaysia yang sudah masuk ke Sintang dan beberapa tempat terbukti tak bagus.<br /><br />“Pengalaman petani di Sintang yang pernah mengambil bibit tanaman dari luar negeri yang terjadi justru merusak tanaman karena mengandung penyakit. Tapi hal sebaliknya tidak terjadi pada bibit karet yang direkomendasikan pemerintah,”ujarnya.<br /><br />Jika tamanan petani/pekebun rusan akibat salah memilih bibit, maka hal tersebut  tentu akan merugikan petani sendiri. Karena, saat bibit tanaman dari luar  merusak tanaman, maka negara akan meminta kepada negara asal bibit tanaman itu untuk memusnahkan penyakit tersebut. “Akibatnya kita akan mengalami kerugian dua kali,”ujarnya.<br /><br />Milton mengatakan, perkebunan karet di Sintang yang jumlahnya ribuan hektar, harus dijaga dengan baik. Apalagi sebagian besar sudah produktif. Kalau biji karet dadri luar masuk dan bijinya tak bagus, petani akan mengalami kerugian.<br /><br />“Petani harus saling menjaga, jangan sampai ada tawaran dari Malaysia atau negara lain, kemudian diambil begitu saja. Dari pemerintah, saya juga meminta pada penyuluh agar mengingatkan masyarakat terkait bahaya ini. Pemerintah juga akan mengawasai sejumlah barang yang masuk ke perbatasan, termasuk tanaman-tanaman produktif,”pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>