Jangan Rayakan Kelulusan Degan Ungal-ugalan

oleh

Mencoret coret seragam sekolah serta konvoi dan ugal-ugalan di jalanan sering ditemui saat kelulusan pelajar SMA. Hal itu tidak hanya membuat kekhawatiran orang tua dan guru saja, namun membuat resah pengguna jalan. <p style="text-align: justify;">Untuk itu, pada saat pengumuman hasil UN SMA Sederajat yang akan dilakukan bersamaan 7 Mei 2016 nanti, Anggota DPRD Melawi, Taufik, meminta agar aksi coret-coretan seraga serta komvoi dan ugal-ugalan di jalan raya tidak dilakukan lagi. Akan lebih baik apabila merayakan kelulusan dengan kegiatan positif. <br /><br />“mengatakan ada beberapa cara positif untuk merayakan kelulusan daripada corat-coret baju tidak jelas atau konvoi motor. Antara lain seperti melakukan bhakti sosial lingkungan membersihkan sampah dan donor darah. Itu kegiatan yang mulia dan membanggakan, karena bisa membantu orang lain,” ujar Taufik, Kamis (22/4).<br /><br />Taufik menambahkan, akan sangat disayangkan apabila seragam sekolah yang masih bagus dicoret-coret, padahal masih bisa dimanfaatkan, dengan menyumbangkannya kepada adik kelasnya atau yang membutuhkannya.<br /><br />Karena itu, Taufik meminta pihak sekolah memberikan imbauan langsung kepada siswa dan melakukan pengawasan terhadap siswanya agar tidak merayakan kelulusan dengan kegiatan yang berlebihan seperti coret seragam dan konvoi. <br /><br />“Kita imbau agar para siswa tidak merayakan kelulusan secara berlebihan. Tidak lakukan coret-coret maupun konvoi, lebih bermanfaat melakukan tindakan aksi bhakti sosial ke masyarakat atau lingkungan sekolah. Ini lebih baik daripada hura-hura,” pesan pria yang juga Ketua MABT Melawi itu. (KN)</p>