Jarak Pandang Di Kota Samarinda Lima Kilometer

oleh

Jarak pandang di wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menyusul kabut asap yang menyelimuti daerah itu hanya sekitar lima kilometer. <p style="text-align: justify;">"Jarak pandang di wilayah Kota Samarinda hari ini (Jumat) masih relatif normal yakni berkisar lima kilometer sehingga belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Temindung Samarinda," ungkap Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandara Temindung Samarinda, Sutrisno, Jumat.<br /><br />"Namun, pesawat noninstrumen atau yang mengandalkan pilot, batas minimal jarak pandangnya lima kilometer, sehingga memang sangat riskan. Sementara, bagi pesawat ‘instrumen’ atau pesawat berbadan lebar yang sudah dilengkapi radar dan teknologi, jarak pandangnya bisa dibawah lima kilometer," katanya.<br /><br />Kepekatan kabut asap yang melanda wilayah Kota Samarinda lanjut Sutrisno pada Jumat, mulai menipis dibanding hari sebelumnya.<br /><br />"Hari ini (Jumat), pada pukul 14. 00 Wita, tingkat kepekatan kabut asap sekitar 117 mikrogram per meter kubik dan paling tebal berlangsung sekitar pukul 12. 00 Wita, dengan tingkat kepekatan mencapai 131 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut, belum masuk level waspada," ujar Sutrisno.<br /><br />Sebelumnya, yakni pada Selasa (8/9) tingkat kepekatan asap di Kota Samarinda masuk level waspada dengan tingkat kepekatan mencapai 187 mikro gram per meter kubik.<br /><br />"Jika kondisi dengan kepekatan asap diatas 150 mikrogram per meter kubik masuk pada level waspada dan diatas 250 mikrogram per meter kubik, maka masuk kategori tidak sehat dan saat berada diatas 500 mikrogram per meter kubik levelnya menjadi sangat tidak sehat dan kondisi berbahaya jika kepekatan kabut asap berada diatas 800 mikrogram per meter kubik," ungkap Sutrisno.<br /><br />Sementara, "hotspot" atau titik panas berdasarkan citra Satelit Terra Aqua BMKG per 11 September 2015 di wilayah Kaltim lanjut Sutrisno, juga mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya yakni hanya 99 titik sementara pada Kamis (10/9) terdeteksi 242 titik panas.<br /><br />"Titik panas terdeteksi hari ini sebanyak 99 titik dan terbanyak berada di Kabupaten Berau, Kutai Barat, Kutai Kartanegara serta Kabupaten Paser," kata Sutrisno. (das/ant)</p>