Jarak Pandang Di Sampit Sudah 10.000 Meter

oleh

Kabut asap nyaris tidak terlihat lagi di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sehingga jarak pandang hingga beberapa hari ke depan terus membaik bahkan mencapai 10.000 meter. <p style="text-align: justify;"><br />"Cuaca di Sampit pada Rabu besok berpotensi hujan disertai badai guntur. Jarak pandang 500 hingga 10.000 meter dengan suhu 23 hingga 31 derajat celsius, kelembaban udara 50 hungga 99 persen dan angin bertiup dari Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan 5 hingga 14 km/jam. Ketingian gelombang diperkirakan 0,5 sampai 1,5 meter," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Bandara Haji Asan Sampit, Yulida Warni di Sampit, Selasa.<br /><br />Berdasarkan data, jarak pandang di Sampit sepanjang Selasa berkisar antara 5000 hingga 10.000 meter. Kondisi ini jauh membaik dibanding saat kabut asap pekan belum lama ini jarak pandang hanya berkisar 5 hingga 300 meter sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat.<br /><br />Meningkatnya curah hujan sangat ampuh memadamkan kebakaran lahan dan menghilangkan asap. Pantauan pada Selasa pagi, titik panas di Kotawaringin Timur dan kabupaten tetangga yaitu Katingan dan Seruyan, terpantau nihil.<br /><br />Aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit pun kembali dibuka sejak Sabtu lalu. Perkembangan ini disambut gembira masyarakat karena sekitar sebulan bandara yang terletak di pinggir Sungai Mentaya ini lumpuh total akibat pekatnya kabut asap.<br /><br />"Alhamdulillah sekarang penerbangan normal sehingga masyarakat tidak kesulitan lagi ke luar daerah. Saat kabut asap lalu, terpaksa terbang melalui bandara di Kalimantan Selatan dan harus menempuh perjalanan darat sekitar sembilan jam dulu," kata Samsul, warga Sampit.<br /><br />Masyarakat berharap kebakaran lahan dan kabut asap tidak terjadi lagi. Namun pemerintah daerah menyatakan akan tetap waspada terhadap kemungkinan kembali terjadinya kebakaran lahan dan kabut asap. Untuk itulah petugas tetap melakukan patroli memantau kondisi, khususnya di seputaran Sampit. (das/ant)</p>