Jasa Raharja Kalbar Bayar Klaim Rp6,36 Miliar

oleh

PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Kalimantan Barat sepanjang periode Januari – Maret 2012 membayar klaim asuransi sebesar Rp6,36 miliar kepada 537 korban kecelakaan lalu lintas. <p style="text-align: justify;">"Baik korban penumpang umum maupun kecelakaan lalu lintas lain di jalan raya," kata Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kalbar, Suhadi di Pontianak, Jumat.<br /><br />Ia melanjutkan, berdasarkan data tahun 2008, terjadi 1.957 korban kecelakaan di Kalbar dengan jumlah klaim yang dibayarkan Rp17,16 miliar. Sedangkan tahun 2009 pembayaran klaim Rp21,53 miliar untuk 1.947 korban kecelakaan lalu lintas.<br /><br />Sementara tahun 2010, korban kecelakaan naik menjadi 2.044 orang dengan pembayaran klaim Rp24,4 miliar. Kemudian tahun 2011, jumlah korban kecelakaan turun jadi 1.717 orang namun pembayaran meningkat jadi Rp25,3 miliar.<br /><br />"Jadi, sejak 2008 sampai sekarang, sudah Rp95,34 miliar klaim asuransi kecelakaan yang dibayarkan di Kalbar. Baik korban meninggal, luka ringan maupun berat," kata dia.<br /><br />Ia menambahkan, terkait hal itu, PT Jasa Raharja akan menggelar dialog publik dengan tema "Sinergi Kegiatan Pencegahan Kecelakaan Melalui Program Kemitraan" pada Sabtu (28/4).<br /><br />Menurut dia, korban kecelakaan di Indonesia umumnya adalah usia produktif. Ia mengutip data Badan Kesehatan Dunia tahun 2008 bahwa kematian tertinggi untuk rentang usia 15 – 29 tahun disebabkan kecelakaan lalu lintas. Kemudian, rentang usia 30 – 44 tahun, kecelakaan lalu lintas menempati nomor urut dua penyebab tertinggi kematian setelah HIV/AIDS.<br /><br />Ia menegaskan, Jasa Raharja punya kewajiban pula agar kecelakaan lalu lintas dapat ditekan semaksimal mungkin. "Bukan sekadar membayar klaim asuransi ke korban kecelakaan," kata Suhadi.<br /><br />Upaya yang sudah dilakukan diantaranya memasang rambu lalu lintas, pembatas jalan serta barikade. "Ada pula penyediaan pengobatan gratis di perusahaan otobus terutama yang akan menempuh perjalanan jauh," ujar Suhadi.<br /><br />Ia mengakui, meski ada kampanye "safety riding" tahun 2010 – 2011, angka kecelakaan masih tetap tinggi. "Tetapi ada penurunan dari 2010 ke 2011. Kalau tidak ada kampanye ‘safety riding’, mungkin angkanya akan lebih tinggi lagi, " kata Suhadi.<br /><br />Ia berharap, melalui dialog publik tersebut, masyarakat akan mendapat wawasan dan pemahaman betapa pentingnya tata tertib di jalan raya. "Ingat, kalau ada kecelakaan ada yang ditinggalkan. Anak, istri, atau suami, keluarga terdekat. Pikirkan masa depan mereka," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>