Jasa Raharja Sintang Bayarkan Santunan Rp 2,563 Miliar

oleh

Penanggung jawab Kantor Pelayanan Jasa Raharja Sintang, Husnul Khairy mengatakan jumlah santunan hingga bulan November 2010 yang telah dibayarkan mencapai Rp2,563 miliar. <p style="text-align: justify;">"Total santunan hingga bulan November itu sudah meliputi empat kabupaten yang merupakan wilayah kerja KPJR Sintang," kata Husnul Khairy di Sintang, Minggu (26/12/2010). <br /><br />Wilayah kerja KPJR Sintang meliputi Kabupaten Sintang, Sanggau, Sekadau dan Melawi. <br /><br />Ia menjelaskan, dari bulan Januari hingga November 2010, KPJR Sintang mencatat total korban kecelakaan lalu lintas yang mendapatkan dana santunan mencapai 215. <br /><br />"Angka tersebut terdiri dari meninggal dunia 84 orang dan luka-luka 131 orang," jelasnya. <br /><br />Ia mengatakan, jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang mendapatkan santunan paling banyak dari Kabupaten Sintang 99 orang, menyusul Sanggau 61 orang. <br /><br />"Dari Kabupaten Sekadau totalnya 46 orang dan Melawi hanya 9 orang," kata dia. <br /><br />Ia merinci untuk nilai santunan bagi korban meninggal dunia secara keseluruhan mencapai Rp1,981 miliar. <br /><br />"Sementara nilai santunan untuk korban luka-luka mencapai Rp582,024 juta," ucapnya. <br /><br />Menurutnya, untuk mengoptimalkan kerja KPJR Sintang, selama ini komunikasi dan kerja sama dengan instansi terkait tetap terjalin baik. <br /><br />"Yang jelas dalam melaksanakan tugas kami ini tidak bisa berjalan sendiri, ada peran instansi lain," jelasnya. <br /><br />Lembaga mitra KPJR Sintang yang selama ini memiliki kaitan tugas serupa adalah kepolisian dan Dinas Perhubungan. <br /><br />Menurutnya, ketika melaksanakan pelayanan saat ini juga sudah diupayakan untuk selalu jemput bola. <br /><br />"Ini kami lakukan agar semua proses klaim santunan bisa diurus dengan cepat," jelasnya. <br /><br />Ia mengatakan, ketika ada kecelakaan dengan korban meninggal di tempat, petugas dari KPJR Sintang akan langsung datang ke kediaman korban untuk mengurus semua keperluan administrasi dan proses klaim. <br /><br />"Saat ini waktu pelayanan juga sudah dipersingkat, maksimal enam hari," kata dia. <br /><br />Dengan pelayanan jemput bola dan urusan administrasi yang dipersingkat tersebut, maka klaim dana santunan bisa diterima ahli waris korban dengan segera. <br /><br />"Uangnya juga langsung kami transfer ke rekening ahli waris karena kalau diberikan cash, khawatir terjadi hal yang tak diinginkan ketika ahli waris membawa uang itu dari kantor kami menuju rumah mereka," ucapnya. <br /><br />PT Jasa Raharja (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang diamanahkan untuk mengelola program asuransi sosial sesuai dengan Undang-undang Nomor 33 tahun 1964 juncto Peraturan Pemerintah nomor 17 Tahun 1965 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Undang-undang Nomor 34 tahun 1964 juncto Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1965 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. <br /><br />"Menghimpun dana masyarakat untuk membayar santunan, kami mendapatkannya dari dua sumber," kata dia. <br /><br />Dua sumber itu adalah pengutipan iuran wajib atau premi dari setiap penumpang alat angkutan umum baik di darat, laut, udara, sungai, danau dan penyeberangan yang besarannya sudah disatukan dengan ongkos atau tiket. <br /><br />"Dan pengutipan premi dari para pemilik kendaraan bermotor yang dibayarkan ketika pendaftaran atau perpanjangan STNK setiap tahunnya," imbuhnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>