Jatah Premium Kalimantan Menjadi 2,2 Juta Kiloliter

oleh

Pemerintah pusat melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi akhirnya sepakat menambah kuota bahan bakar minyak jenis premium untuk wilayah Kalimantan menjadi 2.215.572 kiloliter atau naik dari jatah sebelumnya sebanyak 1,6 juta kiloliter. <p style="text-align: justify;">Keputusan jumlah penambahan tersebut berdasarkan rapat di Hotel Mercure Banjarmasin, Jumat, antara Sekretaris BPH Migas Agus Budi Wahyono dan Staf Ahli Gubernur Kalsel Hadi Susilo, Kepala Dinas Pertambangan (Kadistamben) Kalimantan Tengah Yulian Taruna.<br /><br />Selain itu, Kadistamben Kalimantan Barat Agus Aman Sudibyo dan Kadistamben Kalimantan Timur Amrullah serta pejabat terkait lainnya, termasuk pejabat PT Pertamina.<br /><br />"Dalam pertemuan tersebut, kami telah menyetujui penambahan kuota premium untuk Kalimantan sesuai dengan jumlah yang diajukan masing-masing provinsi," kata Sekretaris BHP MIgas Agus Budi Wahyono.<br /><br />Menurut Agus, dalam rapat tersebut, pihaknya baru menetapkan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis premium karena berdasarkan perintah dari pusat hanya premium yang dibahas saat ini, sedangkan untuk penambahan solar akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.<br /><br />Berdasarkan nota persetujuan yang ditandatangani oleh sekretaris BPH Migas dan wakil empat provinsi menyebutkan bahwa masing-masing provinsi mendapatkan penambahan kuota sesuai dengan permintaan awal.<br /><br />Penambahan kuota premium masing-masing provinsi, yaitu Kalimantan Selatan yang sebelumnya hanya mendapatkan kuota dari APBN sebanyak 422.000 kiloliter dan APBNP 468.000 kiloliter, kini menjadi 583.593 kiloliter.<br /><br />Kalimantan Barat, sebelumnya 263.748 kiloliter, kini menjadi 510.120 kiloliter. Kemudian, Kalimantan Tengah, kuota premium sebelumnya sebesar 263.748 kiloliter, kini menjadi 449.850.<br /><br />Kalimantan Timur, mendapatkan jatah terbesar, yaitu dari 489.685 kiloliter menjadi 672.009.<br /><br />Staf Ahli Gubernur Kalsel Hadi Susilo memperkirakan jumlah tersebut mencukupi kebutuhan BBM wilayah Kalimantan karena sudah sesuai dengan pengajuan awal oleh masing-masing provinsi.<br /><br />"Jumlah tersebut sudah sesuai dengan perhitungan dan pengajuan awal masing-masing provinsi pada awal tahun. Kami berharap kuota itu mencukupi hingga akhir tahun 2012," katanya.<br /><br />Dikatakan Hadi, untuk BBM jenis solar, akan dibicarakan pada pertemuan selanjutnya karena jadwal pembahasan hari ini hanya untuk penambahan kuota premium bukan solar.<br /><br />"Yang pasti masalah premium ini terlebih dahulu kita syukuri setelah perjuangan cukup panjang akhirnya disetujui sesuai dengan permintaan kita," katanya.<br /><br />Kuota solar pada tahun 2012 masing-masing provinsi ditetapkan Kalimantan Barat sebesar 316.657 kiloliter terealisasi 115.115 kiloliter, kemudian Kalimantan Tengah kuota sebanyak 180.649 kiloliter terealisasi 67.119.<br /><br />Selanjutnya, Kalimantan Selatan 253.067 kiloliter terealisasi 93.200 dan Kalimantan Timur kuotar 289.657 kiloliter terealisasi 105.059 kiloliter.<br /><br />Dari jumlah tersebut, masing-masing provinsi berharap kuota solar untuk Kalimantan Selatan sebanyak 317.810 kiloliter, Kalimantan Timur 357.080, Kalimantan Barat 361.259, dan Kalimantan Tengah 275.854 kiloliter. <strong>(phs/Ant)</strong></p>