Sehari jelang perayaan Imlek 2563/2012 dilangsungkan, peresmian Pagoda Saulu Kuanti yang berlokasi di Masuka Pantai, Kelurahan Kapuas Kanan Hilir cukup meriah. <p style="text-align: justify;">Selain dihadiri 10 orang tamu dari Korea, acara ini dimeriahkan dengan tarian dan atraksi barongsai, Minggu (22/1) pagi. Acara peresmian ditandai dengan pembukaan selubung pagoda dan pembakaran uang kertas tiruan dan sembahyang.<br /><br />Wakil Ketua pembangunan pagoda Saulu Kuanti, Edi Hermanto ketika itu menyampaikan bahwa pagoda yang menghabiskan dana sekitar Rp 165 juta ini berasal dari sumbangan warga tionghoa dan umat konghucu, selain bantuan dari Makin (Majelis Agama Konghucu). Sumbangan yang juga berupa material bangunan. Pembangunan pagoda ini dimulai bulan Agustus 2011 lalu. <br /> <br />“Terima kasih kepada umat konghucu dan warga tionghoa yang telah berpartisipasi dalam pembangunan pagoda ini. Marilah kita jaga pagoda yang menjadi kebanggaan umat konghucu Sintang ini, kita jaga kebersihannya, ketertiban serta keamanannnya,” ajak Edi Hermanto. <br /><br />Pria ini juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan umat konghucu saat ini. <br /><br />“Iklimnya lain, saat ini setelah Gus Dur menjadi Presiden agama Konghucu diakui, imbasnya kami warga tionghoa tidak lagi sembunyi-sembunyi ketika melaksanakan ritual agama kami. Selain itu uang pembinaan umat juga kami terima. Atas nama umat Konghucu kami mengucapkan terima kasih,” kata dia lagi. <br /><br />Senada dengan Edi Hermanto, Ketua panitia pembangunan Pagoda Saulu Kuanti Lie Miau Fo atau biasa dipanggil Uban selain mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan pagoda ini, juga kepada pemerintah.Disisi lain, Uban berharap dengan Imlek 2563/2012 atau naga air ini akan membahwa hoki dan berdampak pada kemajuan Negara Indonesia. <br /> <br />“Kami bahagia setelah agama konghucu diakui, saat ini saya sering diundang dalam acara lintas agama, oleh karena itu saya sering ketemu dengan tokoh agama lain, dengan begitu saya menjadi lebih paham tentang seluruh agama yang ada di Indonesia, kami juga sering berdiskusi tentang agama. Karena sebelumnya kami merasa kaum yang terpinggirkan saat ini kami merasa menjadi bagian dari Indonesia, oleh karena itu dengan seluruh kemampuan yang ada, kami berjanji akan berjuang untuk membuat Indonesia menjadi lebih maju,” tukasnnya. <br /><br />Menariknya setelah acara peresmian pagoda ini, tidak hanya warga tionghoa, umat lain juga banyak yang berfoto di pagoda tercantik di Sintang ini. Tampak ibu berjilbab beserta anaknya mengabadikan diri diluar dan didalam pagoda. “Boleh tidak kami berfoto didalam,” tanya rombongan ibu-ibu kepada warga tionghoa yang ada di pagoda. <br /><br />Selain pagoda Pagoda Saulu Kuanti, juga ada dua lainnnya yakni Kelenteng Hati Mulya dan Vihara Dewi Kwan Im. Kemeriahan imlek tahun ini selain pesta kembang api yang saling bersautan hingga menjelang dini hari, seluruh tempat ibadah umat konghucu di Sintang diserbu umat Konghucu. Atraksi naga dan barongsai menjadi tontonan menarik warga, atraksi ini sempat memacetkan lalu lintas, tampak belasan aparat kepolisian berjaga-jaga. <strong>(phs) </strong> </p>















