Jelang Peresmian, Dewan Tinjau Pasar Raya Sintang

oleh

Menjelang peresmian pasar raya sintang yang direncanakan pada bulan April 2017, sejumlah anggota Dewan perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang meninjau bangunan Pasar Raya Sintang. <p style="text-align: justify;">Sejumlah anggota DPRD tersebut antara lain, Syahroni, Ghulan Raziq, Mainar Puspa Sari, Abdurrazzak, dan Agustinus Aci.<br /><br />Kedatangan para wakil rakyat ini selain melihat bangunan Pasar Raya yang akan diresmikan juga menindaklanjuti keluhan pedagan di pasar raya Sintang ini.<br /><br />Salah satu pemilik salon “ANA” Bibiana Anoh mengeluhkan tidak adanya knopi di pasar raya teresbut. Menurutnya ketika hujan turun, air hujan sampai masuk kedalam salonnya karena di tipup angin.<br /><br />“Saya hanya menyayangkan tidak ada knopi pada Pasar Raya ini, karena kalau hujan turun air sampai masuk kedalam, sehingga saya harus menutup pintu besi ini supaya air tidak masuk”, jelas Bibiana.<br /><br />Hal yang sama di keluhkan pemilik Toko emas Mutiara, menurutnya penempatan yang dia tempati sekarang ini tidak tepat, karena  toko mas seharusnya berada di depan sehingga penerangan tidak tergaggu namun yang kami dapatkan info dari Disperindag sebagai pengelola pasar ini, kami di tempatkan di tengah-tengah, jelas wanita yang sering di sapa Umi.<br /><br />Umi berharap, kepada Disperindag Kabupaten Sintang dapat mendengarkan keluhan kami ini, supaya kami yang menjual khususnya mas dapat di tempatkan di barisan paling depan, ungkap Umi.<br /><br />Terkait dengan datangnay sejumlah anggota DPRD Sintang ke Pasar Raya ini menurut  Abdurrazak yang juga Komisi B, mengatakan kita datang kesini guna melihat langsung sejumlah bangunan yang rencanannya pada ini Pasar Raya Sintang ini akan di resmikan. Apakah sejumlah bangunan tersebut sudah rampung semua atau masih menyisakan pekerjaan lain. Ini semua dilakukan agar setelah diresmikan nanti, tidak ada keluhan dari para pedangan.<br /><br />“Contohnya hari ini, banyak pedangan yang masih komplen dalam penempatannya, seperti pemilik toko mas, yang tidak terima penempatannya di dalam pasar, pemilik salon yang mengeluhkan tidak adanya knopi, ini semua sebagai bahan pertimbangan bagi Disperindag agar tidak terkesan tergesa-gesa dalam meresmikan pasar tersebut”, jelas Razzak. (KN)</p>