Jelang Pilkades di Tayan Warga Harus Cerdas Memilih

oleh

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sanggau, Drs H Gusti Arman M Si meminta, dalam pergelaran pemilihan kepala desa (Pilkades). Khususnya di desa yang mayoritas penduduknya Melayu. Dirinya mengharapkan, agar tidak menonjolkan isu primordial atau membedakan suku dari berbagai calon yang akan maju. <p style="text-align: justify;">“Warga masyarakat harus berpikiran cerdas. Apapun sukunya, selama calon itu mempunyai komitmen yang kuat untuk membangun dan melayani masyarakat. Kenapa tidak kita dukung. Kita himbau, janganlah menyudutkan salah satu calon kades, hanya karena ia dari suku lain. Tapi lihat figurnya, kalaupun ada calon dari kita, tapi kredibilitasnya diragukan, untuk apa dipilih,” tegasnya pada kalimantan-news.com.<br /><br />Khusus untuk Kecamatan Tayan Hilir, ada beberapa desa yang akan melaksanakan Pilkades dalam waktu dekat, diantaranya Desa Pedalaman, Pulau Tayan Utara dan Kawat.<br /><br />“Jadi jauhkan isu primordial itu. Tak penting calon itu dari mana dan siapa. Terpenting yakni, kesungguhannya dalam membangun desa dan mengakomodir kepentingan masyarakat,” tukasnya.<br /><br />Pihaknya kata pria yang akrab disapa Pak Teh ini, hanya sebatas mengimbau, jangan sampai masyarakat terlena dengan rayuan calon yang hanya berpikir untuk menjadi seorang kepala desa saja. Tanpa memikirkan bagaimana kedepannya, wilayah desa yang dipegangnya bisa maju dalam berbagai aspek. <br /><br />“Saya tidak ada kepentingan. Kita inginnya masyarakat bisa maju dan wilayah desa yang dipimpin kades itupun bisa maju pula,” tuturnya.<br /><br />Untuk itu ia menekankan agar masyarakat bijak dalam memilih pemimpinnya. Soalnya, jika salah dalah memilih maka akan dirasakan 6 tahun kedepan. <br /><br />“Ini yang mesti menjadi perhatian masyarakat. Hati-hati dalam memilih kepala desa. Masyarakat yang merasakan bagaimana nantinya. Pengalaman-pengalaman lalu, hendaknya janganlah sampai terulang kembali,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>