Jembatan Begandong-Mansik Nyaris Putus

oleh

Sebuah jembatan kayu antara jalan Begadong menuju Mansik di wilayah hulu Kecamatan Tempunak rusak berat, sebuah truk terprosok dan nyaris terbalik ketika melewati jambatan itu, pemeerintah diminta segera memperbaikinya. <p style="text-align: justify;">Salah seorang tokoh masyarakat wilayah hulu Kecamatan Tempunak, M Tomo mengatakan jembatan tersebut menjad salah satu akses utama menghubungkan Kota Sintang dengan delapan desa di hulu Tempunak.<br /><br />“Jembatan itu adalah kebutuhan kami sehingga dengan kerusakan ini, akses transportasi darat jadi terhambat,” ujarnya.<br /><br />Delapan desa di hulu Kecamatan Tempunak yang menggunakan akses jembatan itu adalah Desa Marti Jaya, Pekulai yang merupakan desa yang baru dimekarkan, Benua Kencana, Riam Batu, Jaya Mentari, Gurung Mali dan Desa Sungai Buluh.<br /><br />Menjadi salah satu akses utama, ia mengatakan dengan rusaknya jembatan tersebut, sudah barang tentu akses perekonomian masyarakat juga terputus.<br /><br />“Kalau tidak segera diperbaiki, akses perekonomian kami di hulu Tempunak ini lumpuh, bagaimana distribusi sembako bisa sampai dengan cepat kalau jembatannya rusak parah,” ucapnya.<br /><br />Ia sangat berharap Pemerintah Kabupaten Sintang khususnya instansi pekerjaan umum bisa segera turun tangan memperbaiki kerusakan tersebut.<br /><br />“Ini sudah kebutuhan vital masyarakat sehingga perbaikannya harus cepat dilakukan,” pintanya.<br /><br />Kemarin, sebuah truk terperosok dijembatan tersebut, dan dengan kerusakaan yang ada, maka jembatan itu sudah tidak mungkin lagi digunakan untuk kendaraan berkapasitas besar seperti truk melintas sehingga terpaksa kebutuhan sembako dan hasil pertanian hanya bisa didistribusikan dengan sepeda motor.<br /><br />“Itupun harus ekstra hati-hati karena kalau tidak bisa terjatuh,” ucap Paskalis, salahs eorang pemuda setempat.<br /><br />Menurutnya, jika tidak segera diperbaiki, maka dikhawatirkan beberapa waktu kedepan, kegiata perekonomian akan terhambat dan tidak menutup kemungkinan harga kebutuhan bahan pokok di hulu Tempunak akan melonjak tinggi.<br /><br />“Kebutuhan pokok ini yang kami khawatirkan, karena ketika kendaraan seperti truk sudah tidak bisa masuk, maka distribusi bahan pokok menjadi lebih sedikit, belum lagi bicara bagaimana kami mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan, mudah-mudahan pemerintah daerah cepat merespon untuk segera memperbaikinya,” harap Paskalis<strong> (phs)</strong></p>