Jembatan Sungai Mulung Ambruk, Truk Terjun Bebas

oleh

Jembatan Sungai Mulung, Jalan Birah Pati, di Dusun Lengkong, Desa Semadin Lengkong, kecamatan Nanga Pinoh ambruk. Saat dilintasitrukmembawa pasir, Jumat (14/8) lalu. Warga pun meminta dinas Pekerjaan Umum (PU) Melawi segera diperbaiki. <p style="text-align: justify;">“Jembatan yang menjadi akses utama warga Lengkong kini ambruk. Sekarang sama sekali tidak bisa dilintasi oleh kendaraan jenis apapu,” ungkap Warga Desa Semadin Lengkong, Heri Irawan, ditemui Rabu (19/8) kemarin.<br /><br />Lantas diungkapkan Heri,  kejadian bermula saat  truk berisi pasir mencoba untuk melintasi jembatan. Saat depan  kendaraan berada dilantai jembatan, tidak ada tanda-tanda jembatan akan ambruk. Namun, ketika seluruh truk berada di lantai jembatan, tiba-tiba kayu galang patah hingga membuat lantai jembatan ambruk. Tak pelak lagi, truk berwarga kuning pun jatuh ke dasar sungai. <br /> <br />Walau trukjatuh  dari lantai jembatan ke dasar sungai kitar 8 meter. Namun, sopir tidak mengalami luka apapun.  Hari itu juga truk diangkat ke atas dengan menggunakan bantuan alat berat. <br /><br />“Kejadian sekitar pukul 2.30 sore. Untungnya sopir tidak apa-apa. Orang kampupung berdatangan untuk melihat truk yang ada di dasar sungai. Lalu dengan batuan Eskavator truk ditarik dengan tali hingga ke pinggir jalan,”  paparnya.<br /><br />Jembatan  yang panjang 15 meter, lebar 5 meter inibukan hanya dipergunakan oleh orang Semadin Lengkong. Warga Desa Tanjung Paoh, Pinoh Utara, Dusun Ponal, Desa Tanjung Arak, Pinoh Utara pun banyak yang melintasi jembatan ini saat masih utuh.<br /><br />Akses ini adalah jalur paling dekat menuju Desa Semading Lengkong sendiri dari Jalan Ella-Nanga Pinhoh. Hanya berjarak sekitar 2 Kilometer (Km) saja. Akses lain, berjarak 3kalilipat atau sekitar 6 KM.<br /><br />“Jembatan ini berada di jalan utama yang jaraknya paling dekat. Kalau jalan satunya, melingkar dengan berbelok-belok baru, sangat jauh dibandingkan dengan jalan biasa,” ulasnya.<br /><br />Namun, masih banyak orang yang lebih memilik akses dekat, dengan memperkir kendaraan di dekat jembatan yang ambruk. Lalu berjalan kaki menuju kampung. Namun, resiko keamanan motor yang tidak terjamin.<br /><br />“Guru SMP Negeri 8 Nanga Pinoh yangdari luar desa memiliki jalan kaki mau ke. Meletakan motor di sisi jembatan yang roboh,” ujar Heri.<br /><br />Agar bisa digunakan oleh pejalan kaki, ungkap Heri, warga setempat meletakan kayu di antara pinggir jembatan yang ambruk. Hingga bisa dilintasi oleh warga. Namun, tidak bisa dilintasi oleh kendaraan jenis apapun.<br /><br />“Kondisi sekarang, jembatan yang ambuk diberi kayu agar bisa dilintasi oleh pejalan kaki masyarakat setempat dan anak-anak sekolah,” terangnya.<br /><br />Heri pun mengungkapkan besar keinginan masyarakat Desa Mulung dan desa yang menggunakan jembatan agar Dinas Pekerjaan Umum (PU)Melawi segera memperbaiki jembatan yang berkontruksi kayu belian ini.<br /><br />“Kalau tidak salah saya jembatan itu baru direhap. Mungkin karena beban yang besar jembatan punambruk.  Masyarakat meminta agar pemerintah bisasegera memperbaiki. Karena  jembatan sungai Mulung adalah akses paling dekat,” pungkasnya. (KN)</p>