Jumlah DPS Melawi, Sudah mulai Berkurang

oleh

Sebelumnya Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang diplenokan KPU mencapai 172.193 atau mengalami peningkatan sebanyak 19. 863 dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres tahun 2014 lalu. <p style="text-align: justify;"><br />Selisih yang terlalu besar tersebut mengharuskan KPU untuk melakukan perbaikan ulang. <br />Setelah kurang lebih satu minggu berlansung, KPU melakukan rapat korrdinasi internal bersama Panwaslu, Tim kedua Pasangan Calon, TNI dan Polri di ruang rapat KPU Melawi, selasa (29/9). Hasilnya terjadi pengurangan hingga mencapai 17.063. <br /><br />Usai rapat, Ketua KPU Melawi, Julita mengatakan, dalam rapat tersebut, KPU meminta kembali masukan-masukan dari tim pemenangan pasangan calon dan Panwas menjelang penetapan DPT yang akan di pleno pada tanggal 2 Oktober nanti.<br /><br />"Karena kita sampai saat ini masih terus bekerja dan kami juga masih terus meminta masukan-masukan sebelum pleno DPT nanti," ujarnya.<br /><br />Dari masukan anggota tim pemenangan, menurut Julita, kedua tim menilai KPU Melawi hingga saat ini dinilai masih terus bekerja menyempurnakan data pemilih.<br /><br />"Hasilnya tim masih menilai kami masih bekerja hingga saat ini. Karena memang kami masih terus mengumpulkan masukan-masukan, termasuk juga dari Capil untuk masukan mengenai NIK (Nomor Induk Kependudukan) data kependudukan calon pemilih," jelasnya.<br /><br />Dilanjutkan Julita, kedua tim pemenangan saat ini masih berpatokan terhadap data dari pemilihan presiden. Untuk data pemilih saat Pilpres di Melawi tercatat sebanyak 152.330 pemilih. Sementara untuk data pemilih sementara (DPS) yang telah diplenokan oleh KPU, jumlah pemilih yang ada sebanyak 172.163 pemilih.<br /><br />"Dari selisih ini kita sudah melakukan perbaikan-perbaikan hingga mendapatkan hasil pengurangan dan kini mencapai 17.063. Kami masih terus melakukan perbaikan hingga kita plenokan menjadi DPT tanggal 2 Oktober nanti," katannya.<br /><br />Julita menambahkan, meskipun nanti DPT telah diputuskan, KPU masih tetap akan membuka kesempatan jika ternyata ada data pemilihan yang masih harus dikoreksi.<br />"Tidak menutup kemungkinan jika memang ada yang harus dirubah, kita akan akan tetap buka kesempatan," ujarnya.<br /><br />Sementara itu, Erwin, selaku perwakilan tim sukses pasangan calon Panji-Dadi mengatakan. Kinerja yang dilakukan KPU dalam mengatasi selisih angka yang begitu besar jika dibandingkan DPT Pilpres sudah terlihat. <br /><br />Perbaikan data yang dilakukan KPU selama ini menunjukan hasil pengurangan hingga memperoleh hasil yang sudah mendekati DPT Pilpres dan hal itu sudah dianggap logis. Namun yang masih menjadi cacatan tim pasangan calon ini, untuk DPS di Nanga Pinoh, karena masih tinggi.<br /><br />"Artinya KPU sudah semaksimal mungkin bekerja, sehingga masing-masing kecamatan sudah memunculkan angka yang mendekati Pilres, dan sudah logis. Cuma yang menjadi cacatan kita untuk di kecamatan Nanga Pinoh ini masih tinggi selisihnya. Namun KPU mengatakan pihaknya akan terus melakukan perbaikan dan untuk Nanga Pinoh memang masih dalam perbaikan,"pungkasnya. (KN)</p>